Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Friday, September 24, 2010

Anakku, Jadilah Bidadari Kecilku

Lomba Surat Untukmu Nak
Kategori : “Surat Untukmu, Nak. Dari Calon Ayahmu”

Anakku, Jadilah Bidadari Kecilku

By. Daniel Hermawan

Untaian kata terucap sudah
Warnai cinta penuh arti
Alunan waktu t’rus berputar
Nantikan kehadiran dirimu

Tangan-tangan kecil itu
Dibalut rona cintaku dan dirinya
Kelak kau tumbuh dewasa
Jalani suka duka kehidupan

Wahai bidadari kecilku
Jangan bersedih
Aku t’rus bersamamu
Walau waktu terbentang pisahkan kita

Ku yakin suatu saat nanti
Kita akan bertemu
Merajut cerita bersama
Berpetualang bersama dalam rimba kehidupan

Calon Ayahmu

Surat ini untukmu, Nak. Surat yang ku tulis jauh sebelum kehadiranmu di dunia. Kelak kau tahu bahwa aku calon ayahmu di masa depan. Ayah yang akan membesarkanmu dengan penuh cinta dan harapan. Ayah yang akan mendidikmu menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri. Betapa ayah merindukan saat itu tiba, Nak.

Anakku, ketika surat ini ditulis ayahmu ini masih seorang remaja yang suka membangkang pada orang tua. Ya, mereka kelak akan menjadi nenek dan kakekmu. Ayah suka sekali melawan dan membantah nasihat mereka. Jujur ayah malu sekali harus bercerita hal ini padamu, Nak. Ayah ingin kau tidak mengikuti perbuatan ayah yang buruk. Ayah ingin kau menjadi anak yang baik.

Nak, ayah ingin sekali memelukmu. Merasakan sentuhan dan hangat tubuhmu. Itulah kebahagiaan ayah menjadi orang tuamu, Nak. Kau adalah buah cinta yang ayah rajut dengan calon ibumu. Kau adalah penerus mimpi ayah yang belum terlaksana. Ayah yakin kau mampu menjadi pribadi yang lebih baik dari ayah. Kau akan tumbuh menjadi anak yang pintar, cerdas, dan tentunya berprestasi.

Begitu banyak hal yang ku rancang untuk masa depanmu, Nak. Ayah rindu sekali mengantarmu ke sekolah setiap pagi ketika kau masih kecil. Ayah akan melindungimu dari teman-teman yang berusaha menganggumu. Ayah tak ingin kau kapok pergi ke sekolah. Nak, ayah ingin kau menjadikan sekolah sebagai rumah keduamu. Ayah berharap sekolah dapat mendidikmu menjadi anak yang baik dan pandai.

Nak, ketika kau memasuki bangku SD, kau akan menemukan hal baru. Jangan takut, Nak, ayah selalu di sampingmu. Semua yang kau alami di sekolah akan mendidikmu menjadi anak yang tangguh dan dewasa. Ayah harap kau juga mulai belajar mandiri untuk mengerjakan PR dan tugas-tugasmu sendiri. Kau bisa tanyakan ayah tentang apa saja yang tak kau mengerti. Ayah berjanji akan berusaha menjawab pertanyaanmu.

Ketika kau berada di rumah, ayah yakin kau mulai senang bermain dengan teman-temanmu. Ayah tidak melarangmu, Nak. Ayah akan mengawasimu agar kau berada di jalur yang aman. Nak, jangan lupakan tugasmu. Ayah pasti akan selalu mengingatkanmu. Ayah janji akan memberimu waktu bermain asalkan kau sudah mengerjakan semua tugasmu. Ayah ingin kau belajar bertanggung jawab, Nak.

Ayah tahu kau pasti akan menunjukkan kenakalanmu. Ayah terpaksa harus memukul pantatmu, Nak. Maafkan ayah. Ayah ingin kau belajar menjadi orang yang lebih baik. Nak, ayah juga pernah nakal sepertimu. Kenakalan ayah membuat ayah celaka dan kau dapat melihat bekas jahitan di kepalaku, Nak. Ayah tidak ingin kau bernasib sama seperti ayah. Ayah melakukan semua itu demi kebaikanmu saja, Nak.

Memasuki bangku SMP, kau akan menjadi seorang remaja, Nak. Ayah yakin tubuhmu akan bertumbuh sama seperti tubuh ayah sekarang. Hormon dan emosimu akan bergejolak ketika kau memasuki fase ini. Masa-masa ini akan menjadi masa yang berat bagiku, Nak. Kau akan mencari identitas dirimu dan mengekspresikan semua dengan sebebas-bebasnya. Nak, ayah tahu kau pasti ingin menunjukkan dirimu pada semua orang. Ayah akan mendidikmu dengan baik pada masa ini, Nak. Ayah tidak ingin kau terjerumus ke dalam pergaulan yang salah. Maafkan ayah jika harus memarahi atau menasihatimu terus menerus.

Tak terasa kau akan beranjak dewasa. Kelak kau akan menjadi pelajar SMA. Ayah juga berusia sama denganmu ketika surat ini ditulis. Kau akan mengalami perubahan yang drastis pada tubuh dan lingkunganmu. Ayah sudah tidak bisa berbuat banyak kali ini, Nak. Ayah hanya bisa berpesan jagalah dirimu dengan baik. Jangan lakukan hal-hal buruk yang akan mencelakakanmu ya, Nak. Pilihlah teman yang bisa mendorongmu menjadi lebih baik. Nak, ayah yakin kau mampu menjadi remaja teladan di sekolahmu.

Ayah berharap kau semakin bertanggung jawab dalam mengelola waktumu, Nak. Jangan habiskan waktu senggangmu di warnet untuk bermain. Ayah akan berusaha menggali bakatmu. Jangan jadikan ini beban, Nak. Ayah ingin kau sukses, bahkan jauh lebih sukses dari ayahmu sekarang. Ayah harap kau mengerti, Nak. Ayah akan berusaha mendukungmu di setiap kegiatan positif yang kau ikuti. Ayah berharap kau terlibat aktif dalam OSIS dan panitia acara. Kelak hal itu akan melatihmu menjadi pribadi yang dewasa dan bertanggung jawab.

Waktu pun akan terus berputar hingga kau di wisuda. Ayah membayangkan akan berfoto bersamamu dengan piala di tanganmu ketika kau lulus nanti. Kau meraih nilai dengan prestasi terbaik dan mendapat juara di berbagai perlombaan. Ayah pasti bangga padamu, Nak. Ayah bangga kau berhasil mengalahkan ayah di semua bidang. Ya, ayah ingin kau lebih sukses dan berhasil dari ayah. Itulah kebahagiaan ayah sebagai orang tuamu, Nak. Ayah berharap kau bisa mewujudkan mimpi ayah.

Kau akan beranjak kuliah suatu saat nanti, Nak. Ku harap kau tidak bermalas-malasan belajar. Ayah akan terus mendorongmu agar giat belajar dan selalu mengerjakan tugasmu dengan baik. Ayah ingin kau meraih IPK tertinggi. Kau pasti bisa, Nak. Ayah harap kau bergabung dengan organisasi kemahasiswaan dan bergaul dengan sebanyak mungkin teman. Ayah yakin itu akan sangat berguna bagimu di dunia kerja, Nak.

Ayah berharap kau mau mendengarkan nasihatku, Nak. Memang kau sudah dewasa kini. Tapi ayah akan tetap mengajarimu karena ayah ingin kau menjadi orang yang sukses. Jangan katakan ayahmu ini orang yang kolot, Nak. Ayah pasti akan merasa sangat sedih dengan perkataanmu. Ayah harap kau masih mau mengerti keinginan ayah dan tentunya ayah akan membiarkanmu memilih. Ayah yakin kau pasti tahu yang terbaik untuk dirimu, Nak.

Kau pun akan memasuki dunia kerja setelah lulus kuliah nanti. Kau akan melamar pekerjaan ke berbagai lembaga. Ayah selalu mendukungmu, Nak. Jangan pernah patah semangat ketika kau ditolak untuk bekerja di sebuah perusahaan. Ayah yakin ini proses yang baik untukmu dalam melatih kesabaran. Ayah ingin kau mendengarkan kata-kata ayah dalam meraih profesi idamanmu. Ayah akan memberimu trik agar kau dapat terbantu dengan mudah. Jangan pernah anggap ayah mengguruimu, Nak. Ayah hanya ingin kau mendapat yang kau inginkan.

Setelah itu semua, kau akan mencari pasangan hidupmu. Ku harap interaksi kita sebagai laki-laki, antara anak dan ayah tetap terjalin. Kau bisa tanyakanku tentang cara mencari pasangan hidup yang baik. Memang selera kita berbeda, tapi kau bisa menarik kesimpulan dari kisah cintaku, bukan? Anakku, jangan sakit hati ketika aku tidak merestui hubunganmu dengan seseorang. Ayah pasti sudah mempertimbangkan matang-matang pasangan yang kau pilih kelak bukanlah orang yang cocok bagimu. Jangan marah padaku, Nak. Ayah ingin kau bahagia bersama pasanganmu kelak dalam mengarungi bahtera pernikahan.

Ayah bangga melihatmu berada di kursi pelaminan bersama pasangan yang kau pilih. Ayah berdoa kelak kau bahagia menjalani kehidupan rumah tangga bersama pasanganmu. Ayah pasti akan memelukmu dan mengucapkan “Ayah sayang padamu, Nak”. Ayah berharap kau tidak melupakan ayah sebagai orang tuamu. Kunjungi ayah setiap minggu, Nak. Ayah sangat merindukan kehadiranmu, Nak. Ayah berharap kau masih tetap menjadi anak ayah yang baik.

Kau pun akan mempunyai anak. Ayah akan menjadi seorang kakek pada masa itu. Nak, ku harap kau bersedia membawa anakmu menemuiku. Aku senang sekali melihat cucu kecilku bermain di rumah tua ini. Rumah yang pernah membesarkanmu. Ayah harap kau juga masih mau berbicara padaku seperti masa kecilmu dulu. Ayah pasti akan mendengarkan keluhanmu seputar pasanganmu. Ayah juga akan memberimu nasihat dan semangat agar kau bisa menjalani hari-harimu dengan baik.

Nak, ayah yakin kau mengerti ayah selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu. Semenjak kau lahir dan bertumbuh dewasa, ayah akan berusaha merawat, mendidik, dan membesarkanmu dengan sepenuh hati. Di usia senja ini, ayah ingin kau merawat dan mendengar cerita ayah. Ayah ingin kau senantiasa mendampingi ayah. Ayah ingin kau mengunjungi ayah rutin. Ayah benar-benar membutuhkan pertolonganmu kali ini, Nak.

Hingga akhirnya, ayah harus menghembuskan nafas terakhir, ayah yakin kau memang anak yang baik. Anak yang berbakti pada ayah. Ayah bangga padamu, Nak. Ayah berharap kau dapat menjadi ayah yang baik pula bagi anak-anakmu. Ayah berharap kau mendidik anakmu dengan kasih sayang dan cinta. Itu saja yang ayah harapkan darimu, Nak. Harapan dari calon ayahmu di masa mendatang.

Salam cinta untuk anakku,


Calon Ayahmu

Link Lomba : http://azkamadihah.wordpress.com/2010/09/06/lomba-surat-untukmu-nak-dari-calon-ibumuayahmu/

Wednesday, September 22, 2010

Hati Seorang Ibu

Lomba Blog 1000 Kisah Tentang Ibu
Persembahan UNGU & Chocolatos

Hati Seorang Ibu
By. Daniel Hermawan

“Mother love is the fuel that enables a normal human being to do the impossible.”
(Marion C. Garretty)

Ku amati lekat sosok wanita tua yang senantiasa menyambutku sepulang sekolah. “Sudah pulang, Nil? Gimana tadi sekolahnya? Susah gak?” Itulah pertanyaan rutin yang selalu dilayangkannya padaku. Pertanyaan yang kadang membuatku jengkel dan bosan. “Udah ah capek. Sekarang mau tidur dulu.” balasku sambil beranjak meninggalnya. Membiarkannya terdiam membisu di tempat. Mama hanya mengumankan nafasnya perlahan dan melanjutkan pekerjaannya.

Itulah yang ku lakukan setiap hari. Malas menanggapi pertanyaan atau wejengan yang diberikannya sehabis sekolah. “Nil, banyak belajar ya. Sekarang semester penentuan. Jangan tidur malam-malam ya!” kata mama suatu kali. “Mama cerewet banget sih.” balasku sinis. Seringkali kalimat itu terucap ketika aku sedang sibuk bermain atau mengerjakan PR. Aku heran mama kok tidak bosan-bosannya menggangguku setiap saat.

“Nil, sudah makan belum?”

“Nil, sudah mandi belum?”

“Nil, sudah belajar belum?”

Cukup! Aku muak mendengar pertanyaannya yang sama setiap hari. Ingin sekali rasanya menghindari mama. Membebaskan telingaku dari omelan atau nasihatnya yang panjang lebar. Ku pikir mama hanya bisa mengekangku dan melarangku ini dan itu. “Nil, jangan main terlalu lama.” “Nil, jangan tidur terlalu malam.” dan berjuta “Nil, jangan…” Aku sempat berpikir mama ibarat borgol yang mengikat tanganku ke mana-mana. Hampir semua hal yang ku inginkan dilarangnya. Mama sudah merampas kebebasanku, pikirku suatu kali.

Suatu kali, sekolahku mengadakan pertemuan orang tua. Aku berjanji takkan pernah mengajaknya ke pertemuan sekolah. “Mama cuma bikin aku malu saja.” kataku padanya ketika ku serahkan surat edaran pertemuan orang tua padanya. Mama tampak sedih mendengar ucapanku. Tapi aku tak peduli. Aku lebih memilih papa untuk berangkat ke pertemuan orang tua di sekolahku. Aku malu teman-temanku mengenal sosok mamaku yang ndeso dan kuno itu. Bayangkan mau ditaruh ke mana mukaku jika teman-temanku membandingkan mamanya dengan mamaku. Aku bisa menciut seperti liliput barangkali.

Aku tak pernah mempedulikan perasaannya. Suatu kali, mama mengantarku ke sekolah untuk mengikuti perlombaan. Kebetulan aku harus berkumpul di rumah teman untuk mempersiapkan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan. Jam masih menunjukkan pukul 04.30 WIB saat itu karena kami harus berangkat ke luar kota dengan mobil sekolah. Mama pun membawa mobilnya hingga ke depan pintu gerbang rumah temanku. “Ma, kok depan-depan banget sih?” protesku padanya. “Ga apa-apa kan? Mama pengen lihat teman-teman Daniel.” katanya polos. Sewaktu aku turun dari mobil, mama beranjak ingin turun menyusulku.

“Ma, udah ga usah turun. Malu sama teman-teman.” kataku padanya. Tampak ekspresi kekecewaan dan kesedihan yang amat sangat dalam di raut wajahnya. Aku pun beranjak pergi meninggalkannya dan hanya melambaikan tangan sekilas. Hatiku seolah terbuat dari baja yang tidak tahu betapa sakit hatinya mama dengan tingkah lakuku. Mama mengorbankan tidur nyenyaknya untuk mengantarkanku. Ku pikir itu semua wajar dilakukan semua orang tua di dunia, bukan?

Aku yakin semua orang berpikir aku anak paling kurang ajar dan durhaka sedunia. Parahnya lagi, aku tak pernah malu meminta tolong mama untuk membantuku ketika aku membutuhkannya. “Ma, bantuin bikinin kerajinan ini dong.” “Ma, bantuin beliin buku gambar A3.” “Ma, bantuin pijetin kepala.” Dan beribu-ribu permintaan lainnya yang ku ucapkan tanpa henti setiap hari. Mama tak pernah sekalipun menolak mentah-mentah permintaanku. Mama berusaha memenuhi semua keperluanku setiap saat.

Kadang mama tidak bisa memenuhi permintaanku yang banyak. “Maaf Nil, mama lagi sibuk sekarang. Nanti lagi ya.” Aku tak pernah peduli padanya. “Bilang aja mama ga mau nurutin permintaan Daniel. Ya kan?” kataku kencang. “Bukannya ga mau. Mama benar-benar sibuk sekarang.” balasnya perlahan. “Udah ah. Capek minta tolong sama mama. Susah.” kataku sambil meninggalkannya. Aku kesal karena mama tidak bisa memenuhi permintaanku yang menurutku amat sangat sederhana ini. Ku lihat mata mama berbinar, namun ia tidak pernah menangis.

Suatu kali, mama juga pernah meminta tolong padaku. “Nil, tolong jagain rumah ya.” pintanya padaku. “Enak aja. Daniel capek. Mama kok ga punya perasaan sih?” bentakku padanya. Aku pun beranjak masuk ke kamar. Tak lagi mempedulikan panggilannya. Mama pun pergi. Aku yakin mama memendam rasa kecewa padaku. Tapi aku tak peduli. Mama tidak boleh merusak waktu istirahatku. Ku biarkan mama kewalahan sendirian mengerjakan segala sesuatunya sendiri ketika papa sedang pergi ke luar kota.

Mama tidak pernah lelah menyapaku sepulang sekolah. Pekerjaan papa yang berat pun sanggup ditanganinya dengan baik. Semua dilakukan tanpa keluh kesah ataupun penyesalan. Semua dilakukannya dengan kesungguhan hati. Aku heran dengan mama. Kok bisa-bisanya ya seorang mama tegar dibentak, dihina, dan dijelek-jelekkan oleh anaknya sendiri? Aku tak mengerti sebenarnya mama terbuat dari apa. Aku sendiri saja sudah naik darah ketika direndahkan orang lain. Apa sebenarnya rahasia kekuatan mama?

Mama pernah mengantarku ke ajang perlombaan di Jakarta. Mama sengaja menyempatkan diri pergi untuk menemaniku. Dengan angkuh, aku berjalan di depannya. Tak peduli mama berusaha mengejarku. Gengsi banget melihat mama berjalan beriringan denganku. Aku pun tiba di lokasi lomba dan memutuskan untuk duduk sejauh mungkin dengan mama. Aku berharap tidak ada seorangpun yang tahu wanita tua yang duduk di kursi deretan belakang itu adalah mamaku. Betapa jahatnya hatiku saat itu pada mama.

Perlombaan pun berlangsung begitu lama hingga akhirnya tiba pada saat pengumuman. Namaku sama sekali tidak disebut dalam daftar pemenang. Seketika dunia, langit, dan Bumi serasa runtuh menimpaku. Sakit, pedih, kecewa, dan putus asa seketika mengisi rongga hatiku. Aku tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Aku bertanya-tanya dalam hati, kok begini jadinya. Aku kan sudah berusaha sebaik mungkin. Aku berusaha tenang dan sabar menghadapi kenyataan pahit ini, tapi tidak bisa.

Mama pun datang menghampiri dan mengajakku pulang. Aku stres, pusing, dan rasanya ingin meluapkan semua kesedihanku. “Nil, namanya juga perlombaan. Ada yang menang dan ada yang kalah. Mama tahu Daniel udah melakukan yang terbaik dan mama bangga sama Daniel.” kata mama sambil mengusap keningku. Aku terdiam selama berada dalam perjalanan pulang. Ucapan mama seolah menyadarkanku dari kebutaan yang selama ini mendekapku. Ya, mama ternyata sayang padaku.

Semenjak itu, aku sadar pada kesalahan besar yang ku perbuat pada mama. Mama yang sudah melahirkan dan membesarkanku dalam kandungan selama 9 bulan. Mama yang sudah merawat dan mendidikku hingga saat ini. Betapa bodohnya aku. Aku tak pernah menghiraukan nasihat-nasihatnya untuk kebaikan hidupku. Aku tak pernah membayangkan betapa sakitnya hati mama ketika aku malu mengajaknya ke sekolah dan mengenalkannya pada teman-temanku. Aku tak peduli seberapa sering mama meminta tolong padaku, sekalipun mama selalu berusaha memenuhi permintaanku. Oh, betapa durhakanya aku sebagai anakmu, Mama.

Hingga saat-saat terburuk kehidupanku datang, aku baru sadar Tuhan menciptakan mama untuk menjadi guardian angelku. Malaikat yang senantiasa menghibur dan memulihkan hatiku yang sedang dilanda kekecewaan dan kesedihan. Aneh, mama tak sekalipun merasa enggan atau malas memberikan tangannya untuk mengusap airmataku. Mama tak pernah dendam atas perilaku kurang ajar yang ku lakukan selama bertahun-tahun dalam hidupnya. Mama selalu tersenyum dan siap mengulurkan tangannya untuk memelukku. Membuatku mengerti bahwa mama benar-benar mencintaiku. Membuatku menyadari bahwa masih ada orang yang mau mengerti perasaanku.

Apakah teman-temanku peduli dengan rasa sakit yang ku derita setelah kekalahan itu? Jawabannya tidak sama sekali. Teman hanya ada di saat ku senang dan bahagia, selebihnya EGP (Emang Gue Pikirin). Padahal sudah berapa banyak hal yang sudah ku korbankan untuk temanku? Membantu mereka mengerjakan tugas atau sekedar menemani jalan-jalan. Itukah balasan mereka untukku? Seketika mataku tertuju pada mama. Aku malu. Aku tak sanggup lagi menatap wajah tua itu. Wajah yang dibangun dengan ketegaran dan kasih sayang yang abadi pada anak-anaknya. Mama tak pernah sekalipun melupakanku, sekalipun aku berada dalam titik terendah dalam kehidupanku sekalipun.

Setiap hari, mama berusaha membangkitkanku dari kekecewaan itu. Lambat laun hatiku luruh oleh perhatian dan kasih sayangnya. Mama memberiku semangat. “Masih ada hari esok, Nil. Jangan berhenti sampai di sini karena satu kegagalan.” katanya perlahan. Hingga akhirnya aku bangkit kembali. Cinta mama telah mengisi pori-pori hatiku yang luka dan menutupnya dengan sentuhan kasih sayang. Betapa manjurnya cinta mama mengobati luka hatiku.

Aku bertanya dalam hati. Terbuat dari apakah hati mama? Aku heran betapa tegar dan kuatnya mama mengalami penghinaan terbesar dari anaknya, darah dagingnya sendiri. Apa mama pernah menyesal melahirkanku 17 tahun yang lalu dengan tingkah lakuku selama ini? Berjuang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkanku ke dunia, menyekolahkan, dan mendidikku selama 17 tahun. Dan apa yang mama terima selama ini dariku? Aku membalas penderitaannya selama 9 bulan mengandungku dengan mencaci makinya. Aku membalas keringat dan kesabarannya mengajariku berhitung dan membaca dengan menghinanya. Aku membalas semua jasa dan kebaikan yang telah mama berikan dengan kejahatan. Bahkan aku pernah menyesal punya mama yang cerewet seperti ini.

Mama, maafkan aku. Aku tak sadar selama ini mama sudah memberikan semua yang terbaik buat hidupku. Aku tak pernah menghargai semua yang telah kau lakukan. Mama, aku malu. Malu dengan segala tingkah lakuku. Malu melihat sosokmu yang tulus. Aku merasa tidak layak menjadi anakmu. Anak yang bisa kau banggakan. Anak yang mencintai mamanya dengan sepenuh hati. Mama, maukah kau memaafkan segala perbuatanku yang menyakiti hatimu selama ini?

Mama tersenyum mendengar pengakuanku. Ia berkata, “Nil, hati seorang ibu itu ibarat sebuah lautan yang dalam. Menyimpan suka, duka, luka, dan kenangan tanpa batas. Segala kesedihan semua mama tampung dalam hati. Semua rasa kecewa dalam hati mama hilang ketika mendoakanmu. Mendoakan supaya suatu hari nanti Daniel bisa berubah. Seburuk, sejelek, atau sejahat apapun, Daniel tetep anak mama yang paling mama sayangi. Mama sudah memaafkanmu, Nil. Mama hanya minta satu hal supaya kamu bisa jadi anak yang baik.” kata mama sambil mengelus-elus rambutku. Aku pun memeluknya dan menangis. Mama masih mau menerimaku sebagai anaknya.

Aku sadar masih banyak hal yang harus ku ubah dalam diriku. Aku berusaha menghilangkan sifat burukku pada mama. Aku tahu masih banyak hal yang mengecewakannya, namun aku akan berusaha membahagiakan mama. Aku tak ingin semuanya terlambat untuk membalas kasih sayang mama selama ini. Sudah cukup sampai di sini saja aku hilang dalam padang belantara hidupku. Aku beruntung masih punya mama yang menyayangiku dengan sepenuh hati. Berbeda dengan teman-temanku atau mereka yang sudah tidak mempunyai mama.

Hati mama sama seperti Gery Chocolatos. Meluluhkan hatiku bagai lelehan coklat pasta di lidah. Melegakan jiwaku bagai tiap gigitan Chocolatos. Memberiku kasih sayang ibarat coklat yang tak pernah habis di lidah. Mama mengerti dan peduli keinginanku seperti Gery Chocolatos yang menyajikan stik coklatnya di waktu senggangku.

Aku akan menjaga mama sampai garis akhir. Ya, itulah janjiku padamu, Mama. Kini ku lihat sosokmu tersenyum menyambutku sepulang sekolah. “Semoga kau menjadi anak yang sukses.” doamu padaku di setiap waktu. Terima kasih mama untuk cinta yang kau berikan selama ini.

~ oOo ~

Friday, September 3, 2010

Nafas Hidupku

Lomba Prosa Ceritaeka

Nafas Hidupku
By. Daniel Hermawan

Kau tahu apa yang membuatku tetap semangat dalam menjalani hidup? Kau tahu mengapa aku harus terus hidup? Itu semua karena kau. Kau telah memberiku nyawa kedua untuk hidup kembali. Aneh, aku justru merasa sedih jika harus berpisah denganmu.

Aku pernah berpikir untuk tidak dilahirkan di dunia. Dimaki orang tua, dijauhi teman, bahkan aku merasa berada dalam gua yang sangat dalam, di mana tak ada seorangpun yang datang menolongku. Aku heran kau berani menghampiriku saat itu. Mengajakku duduk dan berbicara. Berikan senyum manismu padaku. Entahlah aku merasa tubuhku mulai merespon sinyal kehidupanmu.

Hari itu, aku berpikir untuk memulai semuanya dari nol. Namun hidup berkata lain. Sebuah mobil menabrakku dengan kecepatan tinggi. Aku terpelanting jatuh dari motor. Yang ku lihat terakhir kali hanyalah sunyi. Ya, kesunyian yang selama ini mendekapku. Aku takut. Aku takut kehilangan dirimu.

Entah berapa lama aku terbaring di ranjang ini. Mencium bau alkohol dan infus yang menancap di sekujur tubuhku. Ku lihat sekelilingku. Di sana ada kau. Kau tampak cemas, menggenggam tanganku, dan berkata jangan pergi. Aku tersenyum lemah. Ku pandang lekat dirimu. Tampak kristal putih menetes aliri muka manismu. Oh, aku tak sanggup melihatmu sedih.

Setiap hari, kau datang ke sini untuk memberiku harapan. Secercah harapan yang telah lama hilang dari kamus hidupku. Tiba-tiba ku rasakan nafasku mulai sesak. Aku panik. Aku tak pernah setakut ini sebelumnya. Aku takut kehilangan dirimu.

Ku lihat kau sibuk memanggil dokter dan sekutunya untuk menghampiriku. Ku katakan kata terakhir jangan pernah berhenti mencintaiku. Ku pejamkan mataku. Perlahan untuk selamanya. Ku dengar isak tangismu membahana. Maafkan aku. Aku tak bisa menemanimu lagi.

Meskipun aku tidak ada lagi di sampingmu, aku mengerti. Setidaknya aku sadar bahwa masih ada orang yang memberikan cintanya untukku. Untuk seorang lelaki tanpa cinta. Kau jadikan dirimu nafas hidupku. Nafas kala aku benar-benar mengharapkan hidup berpihak padaku. Selamat tinggal, cinta!

Tautan : http://ceritaeka.com/2010/08/20/kuis-agustus-di-ceritaeka/ biar tau siapa yang ikutan

Tuesday, March 23, 2010

Bobotoh : Nyawa Persib

Sony Ericsson Extra Time – Telling Your Football Story

Bobotoh : Nyawa Persib
By. Daniel Hermawan

Apa jadinya jika pertandingan sepak bola diadakan tanpa pendukung? Tentu akan terkesan hambar dan tidak menarik untuk disimak. Sehebat apapun tim yang bertanding, tanpa adanya penonton tentu pertandingan tidak akan berjalan secara maksimal. Demikian pula Persib tanpa bobotoh setianya. Persib mendapat julukan Maung Bandung tentu karena adanya bobotoh.

Masih segar di ingatan saya, ketika dana Persib tidak lagi disokong oleh APBD Kota Bandung. Bobotohlah yang sibuk mencari dana dan sponsor lewat Viking. Viking adalah komunitas bobotoh Persib yang setia hadir di setiap ajang pertarungan Persib melawan tim-tim sepak bola daerah lainnya. Yang membuat saya terharu, ada seorang anak kecil yang rela menyisihkan sebagian uang jajannya demi eksistensi Persib yang waktu itu dilanda kesulitan finansial. Sungguh solidaritas dan rasa cinta yang tinggi pada Persib.

Rasa kagum saya pada bobotoh bertambah karena di setiap pertandingan Persib, selalu ada saja bobotoh yang hadir langsung di stadion lapangan, sekalipun berada di luar kota. Meskipun biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, mereka rela menonton dan memberikan dukungan untuk menguatkan mental pemain Persib. Ketika bertanding di Stadion Si Jalak Harupat yang menjadi kandang Persib, bobotoh rela menunggu berjam-jam untuk menyaksikan pertandingan Persib karena takut kehabisan tiket. Sungguh upaya yang sangat gigih demi mendukung tim sepak bola kesayangan barudak Bandung.

Berbagai atribut dan properti Persib pun dikenakan untuk menunjukkan kekompakan dan kebanggaan dalam mendukung tim Persib. Iringan angkot, truk, dan motor yang dikendarai para bobotoh pun berduyun-duyun ke Stadion Si Jalak Harupat tanpa komando ketika Persib akan bertanding di kandangnya. Bobotoh tetap setia meskipun hujan deras mengguyur Kota Bandung akhir-akhir ini.

Mungkin inilah keunikan dari dunia sepak bola di daerah saya. Bobotoh menjadi aliran darah yang menghidupkan nyawa Persib hingga saat ini. Persib menjadi ada sampai saat ini tentu berkat dukungan dari para bobotoh. Tak ada tim hebat, tanpa pendukung hebat. Persib bisa menduduki klasemen atas ISL saat ini tentu tak terlepas dari peran serta bobotoh.

Meskipun terkadang Persib tidak memberikan hasil yang diharapkan bobotoh, saya melihat bobotoh tetap setia mendukung tim pujaannya. Berbagai hiburan dan dukungan moril pun dilontarkan melalui media jejaring sosial, media massa, dan spanduk-spanduk lainnya. Ketika Kosin dan Suchao harus kembali ke Negeri Gajah Putih untuk mendukung timnya, bobotoh dengan setia mengantarkan kepergiannya ke airport.

Tak heran jika banyak pemain nasional yang ingin singgah di Persib untuk menikmati atmosfer bobotoh yang begitu kental. Markus Horison, contohnya. Ia ingin menikmati antusiasme bobotoh yang tidak didapatkannya dari tim manapun. Dukungan bobotoh adalah bara api yang membakar hati setiap pemain Persib. Yel-yel dan semboyan Persib yang unik selalu terlontar dari bibir para bobotoh yang berharap tim kesayangannya dapat menjuarai ISL tahun ini.

Saya tertarik mengamati lingkungan sekitar ketika Persib akan bertanding. Hampir setiap sudut jalan dipenuhi oleh bobotoh. Semua TV menayangkan pertandingan langsung Persib yang ditayangkan salah satu stasiun televisi terkemuka di Indonesia. Jalan-jalan Bandung terasa lenggang dan puluhan kepala memenuhi sebuah TV kecil, baik tua maupun muda.

Melihat fenomena unik ini, saya bangga menjadi orang Bandung yang bisa menyaksikan tindak tanduk bobotoh, yang memberi warna tersendiri bagi dunia sepak bola di Indonesia. Saya yakin stadion Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan juga masih belum cukup untuk menampung jumlah bobotoh, seandainya Persib menggelar pertandingan di sana.

~ oOo ~

Tuesday, February 16, 2010

Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC

Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC
Tema : “Bangga Indonesia”

MuDAers Project : Lestarikan Bahasa Indonesia
By. Daniel Hermawan

“Ch4y@nk, ap k4b4r, aq lGi skuL ni. Nti @q k3 ip dl y m0 bli jCo. Kmu tgu1n di tmpt bi4s@ y. by3.” Seorang cewek sedang sibuk ber-SMS ria dengan yayangnya di mal. Kebetulan gue lagi berdiri di sebelah doi jadi bisa ngelihat SMS keramatnya. Begitu dilihat gue sempet geleng-geleng kepala. Bahasa angka dan huruf yang saling nyampur aduk bikin mata puyeng n perut gue mules. Langsung deh gue cabut dari tempat itu.

MuDAers pasti gak asing lagi sama bahasa planet yang satu ini. Bahasa alay, teman-teman gue menyebutnya. Sebenernya, bahasa gaul tipe ini udah ada dari dulu. Bahasa alay tuh modif dari bahasa prokem. Nah, bahasa prokem tuh bahasa pergaulan ala premen. Bahasa ini cuma diketahui sama kaum preman n sifatnya secret banget. Caranya dengan ngeganti beberapa huruf dari kata yang dimaksud. Kayak dagadu yang artinya matamu. Bisa juga bikin dari bahasa Indonesia formal jadi bahasa prokem. Misalnya, tidak peduli jadi EGP (Emang Gue Pikirin).

Bahasa alay beda lagi. Bahasa yang cucunya dari prokem ini kombinasi dari macam-macam karakter. Kayak bahasa SMS di atas itu pakai bahasa alay. Bahasa ini juga dipake buat ngelabuin filter yang ada di internet lho. Jadi gak semua orang tau apa isi pembicaraan sang alayers. Ngeliatnya juga gak ngerti tapi anehnya banyak orang suka n ngejadiin bahasa itu tren masa kini. Anehnya koq qta ikut mau make anak cucunya bahasanya preman sich? A big question.

Gara-gara bahasa SMS, banyak dari qta yang gak biasa nulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Rasanya haram hukumnya kalo ngucapin sesuatu sesuai EyD. Tren ini juga bikin qta jadi lupa daratan sama bahasa nenek moyang. Nah lho. Jadi what’s must we do now?

MuDAers bisa bikin bangga Indonesia dengan use it proudly. Gak usah liatin orang-orang ngakakak ato keketawaan liat qta pakai bahasa Indo. Justru mereka harusnya yang qta ketawain karena gak bisa nunjukkin jati diri bangsanya. Toh banyak duta besar negara qta yang bangga use Bahasa Indonesia di luar negeri. Masa qta yang katanya generasi penerus bangsa gak bisa. Malu dong!

Ada lagi yang berbahasa Indonesia ala banci. Kayak eke atau akyu kamyu. Waktu gue ngedengernya aja udah bikin telinga panas. Aduh geli banget deh. Bahasa Indonesia dijadiin bahasa yang kemayu-mayuan. Qta kan bukan banci-banci yang ngomongnya gitu khan? Tren lainnya bikin bahasa Indonesia sok kebarat-baratan. Gue dengar percakapan ini di sinetron “Hey you don’t wasting-wasting time lah di situ. Do your PR.” Bikin bahasa Inggris n Indonesia mix jadi satu. Akhirnya, qta bikin bahasa Indonesia jadi Nano Nano yang aneh-aneh rasanya.

Why we must proud use Indonesian language? Nah, menurut sumber online terpercaya yang gue dapetin, ada banyak fakta unik yang bikin qta harusnya proud using Indonesian language.
- Bahasa Indonesia udah mulai digunain sejak abad ke-7 Masehi. Kalian bisa liat fakta ini di prasasti berbahasa Melayu kuno di Palembang dan Bangka yang ditulis pas jaman kerajaan Sriwijaya. Keren banget kan?
- Bahasa Indonesia dipelajari oleh 45 negara di dunia. Data ini ditulis di www.kompas.com pada tahun 2008. Ternyata banyak yang interest buat mempelajari bahasa Indonesia tercinta.
- Bahasa Indonesia adalah bahasa kedua di Kota Ho Chi Minh. Secara Pemda Kota Ho Chi Minh di Vietnam resmi mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua di Kota Ho Chi Minh pada tahun 2007. Wiuh, bahasa Indonesia aja diakui negara lain.
- Wikipedia bahasa Indonesia yang menduduki peringkat ke-26 di dunia. Di Asia, situs ini menduduki peringkat ke-3 setelah Jepang dan Mandarin. Ternyata onliner sering searching bahan ke Wiki Indo kan? Termasuk qta juga lho buat tuhas skul.
- Bahasa Indonesia adalah bahasa ketiga yang paling banyak digunakan pada WordPress. Dalam 6 bulan terakhir tercatat 143.108 pengguna baru WordPress dari Indonesia dan telah ada 117.601.633 kunjungan melalui 40 kota di Indonesia.” Berita ini ditulis pas taun 2009, apalagi tahun 2010. Bisa-bisa bahasa Indonesia naik peringkat.

Finally, setelah liat keunggulan dan fakta unik bahasa Indonesia tercinta yang qta miliki, qta jadi bangga using bahasa Indonesia. Emang qta bakal jadi badut yang gak lucu tapi diketawain, but remember qta berhasil jadi agen-agen perubahan buat bikin bahasa Indonesia tetap eksis. So, MuDAers ini proyek qta bersama. Let’s do it!

~ oOo ~

Wednesday, February 3, 2010

Bekasi : Roda Kecil Penggerak Bangsa

Lomba Penulisan Blog Komunitas Blogger Bekasi
Tema : “Aku Cinta Bekasi”

Bekasi : Roda Kecil Penggerak Bangsa

Berdasarkan Perda No. 4 tahun 2004, Kota Bekasi mempunyai 12 kecamatan yang terdiri dari 56 kelurahan, yaitu Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Pondok Gede, Kecamatan Jatiasih, Kecamatan Bantar Gebang, Kecamatan Jatisampurna, Kecamatan Medan Satria, Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Mustika Jaya, dan Kecamatan Pondok Melati. Sebagian besar wilayah Kota Bekasi difungsikan sebagai pemukiman penduduk.

Dewasa ini, Kota Bekasi terus berkembang menjadi kota perdagangan, jasa, dan industri. Hal tersebut dapat dilihat dari pembentukan Satuan Pelayanan Satu Atap (SPSA) oleh Pemkot Bekasi. Pemkot juga terus berupaya mengembangkan fasilitas publik, seperti pasar tradisional dan modern, perumahan, tempat ibadah, sarana pendidikan, dan kesehatan.

Kota Bekasi juga memiliki berbagai keunggulan, seperti memiliki akses langsung ke Pelabuhan Tanjung Priuk dan Bandara Soekarno-Hatta melalui jalur bebas hambatan pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur dengan melintasi Jakarta atau sebaliknya. Posisi Kota Bekasi yang sangat strategis, yang terletak di jalur tol Jakarta-Cikampek setelah dibangunnya jalan tol Cipularang menjadikan Bekasi sebuah kota yang memiliki peranan penting dalam memperlancar mobilitas masyarakat.

Kota Bekasi juga memiliki sektor unggulan, yakni sektor industri dan perdagangan. Perdagangan ikan hias yang ada di Kota Bekasi saat ini merupakan komoditi terbesar di Asia Tenggara dan sudah diekspor ke Australia, Belanda dan Selandia Baru menjadi bukti pencapaian prestasi Kota Bekasi yang patut kita banggakan. Di samping itu, Kota Bekasi juga memiliki keunggulan-keunggulan di sektor lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Melihat fakta di atas, saya melihat Bekasi sudah mengalami perkembangan yang signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini dilihat dari perbaikan pelayanan publik, sistem transportasi, penataan ruang kota, dan sarana dan prasarana. Bukan mustahil perbaikan demi perbaikan yang dilakukan Bekasi akan membawa kota ini menjadi kota kecil yang membawa pengaruh besar bagi perekonomian bangsa.

Kecintaan saya pada Bekasi tumbuh ketika melihat Pemkot tak berdiam diri dengan pencapaian Bekasi selama ini. Pemkot terus berusaha memperindah Kota Bekasi dengan potensi terpendam yang dimiliki kota ini. Potensi itu berupa anugerah alam, di mana Bekasi ditakdirkan menjadi penghubung dua kota besar di Indonesia. Hal ini disadari Pemkot sebagai sebuah potensi yang tidak boleh disia-siakan begitu saja. Akhirnya, Pemkot memajukan sektor industri dan perdagangan yang memang sangat potensial untuk dikembangkan di Bekasi.

Saya pernah mendengar cibiran pedas suatu organisasi tentang kota kecil. Mereka menganggap kota kecil hanyalah “parasit” bagi kota besar di Indonesia. Bagi saya, pendapat itu salah besar. Banyak kota kecil di Indonesia yang mampu menunjukkan eksistensinya di Indonesia. Sebut saja kabupaten Ciamis yang memiliki Pantai Pangandaran. Kabupaten ini mampu menyokong daerahnya sendiri. Bahkan Ciamis menyumbang devisa negara yang cukup besar.

Contoh nyata lainnya dapat dilihat dari Kota Cimahi. Saya sendiri agak terkejut mendengar Kota Cimahi akan menjadi Cimahi Cyber City. Pemkot Cimahi dengan tekad dan semangat yang kuat membenahi wilayah Cimahi dengan sentuhan teknologi untuk mewujudkan hal ini. Saya acungkan jempol untuk usaha Pemkot yang mau memajukan kota kecil dengan berbagai inovasi. Kota Bandung yang dikenal sebagai salah satu kota besar di Indonesia saja masih takut untuk mengikrarkan diri menjadi kota cyber. Itulah kebanggaan yang ada dalam hati saya mendengar Bekasi mampu unjuk gigi di antara himpitan kota besar di Indonesia.

Bekasi mungkin hanyalah sebuah kota kecil yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Saya akui hal itu. Namun Bekasi mampu menghubungkan arus mobilisasi masyarakat yang terletak di dua kota besar yang menjadi pusat perekonomian bangsa. Kemajuan suatu bangsa, salah satunya ditentukan oleh kelancaran mobilisasi dan transportasi yang menjadi arus perekonomian bangsa. Aku cinta Bekasi yang bisa menjadi jembatan yang sangat produktif bagi bangsa tercinta. Meskipun kecil, Bekasi mampu menjadi roda kecil yang menggerakkan perekonomian bangsa.

Kemajuan bangsa ini tidak terletak dalam kota-kota besar saja, tetapi juga kota-kota kecil yang turut menyokong dan membantu Indonesia. Sama seperti bahan bakar, mungkin peran mereka tidak terlihat secara kasat mata. Namun ketika dijalankan, mereka adalah amunisi dan roda-roda kecil yang bergerak membantu pembakaran yang dilakukan mesin utama. Tanpa mereka, mesin tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

Demikian pula denganmu, Bekasi. Jangan merasa rendah karena kau dicap sebagai kota kecil. Kau memiliki segudang prestasi yang harus kau kembangkan di masa mendatang. Aku cinta padamu, Bekasi. Berikan kado terbaik bagi negeri ini dengan peran sertamu dalam memajukan bangsa. Karena ku yakin kau adalah roda kecil yang mampu membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik di masa mendatang.

~ oOo ~

Wednesday, December 16, 2009

Saatnya Menunjukkan Eksistensi Batik

Saatnya Menunjukkan Eksistensi Batik
By. Daniel Hermawan


Masih segar di ingatan kita, batik diresmikan UNESCO sebagai warisan budaya bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya pada tanggal 2 Oktober lalu. Sebagai anak bangsa, tentu kita patut bangga terhadap upaya pemerintah selama ini dalam menghakpatenkan batik. Setelah Tari Pendet, lagu Rasa Sayange, dan berbagai budaya Indonesia diakui negeri jiran sebagai budaya bangsanya, kini bangsa kita sudah bisa sedikit bernafas lega. Batik sudah aman dalam genggaman tangan bangsa kita.

Sebagai wujud kebanggaan terhadap peresmian batik, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau masyarakat untuk memakai batik. Pemerintah juga menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Peringatan Hari Batik Nasional diisi dengan berbagai kegiatan. Sebut saja pawai keliling dengan pakaian batik di Jawa Tengah, bersepeda dengan pakaian batik di Bandung, dan masih banyak lainnya. Sekolah saya juga mengimbau seluruh siswa untuk mengenakan batik. Hal ini dilakukan sebagai wujud kecintaan kita terhadap budaya bangsa.

Batik hanyalah satu dari sekian ratus, bahkan sekian ribu budaya bangsa kita yang belum terdaftar di UNESCO. Peringatan Hari Batik Nasional ini hendaknya dapat memicu ribuan budaya Indonesia lainnya untuk segera dihakpatenkan agar tidak disalahgunakan oleh bangsa lain. Hal ini dilakukan untuk melindungi warisan budaya bangsa yang tidak ternilai harganya.

Batik memang sudah aman dalam genggaman tangan bangsa kita. Namun tanpa adanya rasa memiliki dalam hari rakyat Indonesia, tentu pencapaian pemerintah hanya sekedar formalitas belaka. Sebagai warga Indonesia, kita patut menjaga dan melestarikan budaya batik dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu dapat dilakukan dengan menggunakan batik setiap hari.

Sebagai pelajar, kita dapat menjadikan batik sebagai “trend abad 21”. Kita dapat menggunakan batik untuk berjalan-jalan ke mal dan acara ulang tahun teman. Meskipun kita akan dianggap aneh oleh orang lain, kita patut bangga terhadap diri kita sendiri. Kita berani menjadi trendsetter yang membanggakan bangsa dan negara tercinta. Justru orang yang menghina kita yang patut malu dengan dirinya. Apakah dia sudah mencintai batik atau cuma sekedar omdo tanpa ada tindakan konkrit?

Rasa memiliki merupakan unsur terpenting dalam melestarikan budaya batik. Tanpa adanya rasa memiliki, kita akan bersikap masa bodoh terhadap budaya batik. Tanamkan pemikiran dalam diri kita bahwa batik adalah harta karun peninggalan nenek moyang kita yang sangat berharga. Dengan begitu, kita merasa batik adalah harta kita bersama yang harus dijaga keberadaannya dari para penjajah budaya. Melestarikan batik menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai warga negara yang baik. Kita akan melestarikan batik tanpa beban sama seperti menjaga barang pribadi kepunyaan kita masing-masing.

Jika selama ini kita menggunakan batik dalam acara formal. Kita dapat memulai perubahan dengan memakai batik setiap hari. Hal ini menunjukkan kita mencintai dan bangga terhadap budaya batik. Ingat, perubahan dimulai dari hal kecil. Dengan memakai batik mulai dari diri sendiri, kita dapat membawa pengaruh besar bagi orang-orang di sekeliling kita. Pada akhirnya, negeri jiran tidak dapat berkutik untuk mengakui batik sebagai budayanya.

Sudah saatnya kita menunjukkan eksistensi batik di kancah internasional. Hal ini dapat dilakukan dengan memakai batik di manapun kita berada. Sama seperti peribahasa, ada gula ada semut. Kita pun dapat mengubah peribahasa itu menjadi: ada batik ada aku. Banggakan batik sebagai warisan budaya bangsa yang tidak ternilai harganya. Selamat menjadi trendsetter-trendsetter batik yang mengharumkan bangsa dan negara tercinta!