Showing posts with label bangsa. Show all posts
Showing posts with label bangsa. Show all posts

Sunday, February 27, 2011

PANDAI : Upaya Cerdas dalam Optimalisasi Informasi dan Pengetahuan Sebagai Katalisator Kemajuan Bangsa

Kontes Ngeblog Inspiratif Visimaya
Tema : “Peranan Informasi dan Pengetahuan dalam Memberi Inspirasi Kemajuan Bangsa”

PANDAI : Upaya Cerdas dalam Optimalisasi Informasi dan Pengetahuan Sebagai Katalisator Kemajuan Bangsa


Manusia dan informasi. Keduanya dapat diibaratkan seperti gula dan semut. Dalam hal ini, manusia adalah semut dan informasi adalah gulanya. Analogi ini diperkuat dengan munculnya era globalisasi di seluruh dunia. Era yang lahir pada abad ke-20 ini membuat informasi dan pengetahuan menjadi suatu sajian publik yang sangat mudah untuk ditemukan di manapun. Lahirnya era ini juga membuat manusia berlomba-lomba bersaing dengan negara lain dan berusaha menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

Tak heran jika manusia di era modern selalu berusaha untuk tampil up to date dengan mencari dan memperoleh informasi dari berbagai sumber. Sebut saja, koran, majalah, internet, dan lain sebagainya. Informasi selalu menarik dan mengundang rasa ingin tahu dan penasaran manusia terhadap suatu hal. Lewat informasi, manusia dapat mempelajari dan mengambil pengetahuan penting yang bermanfaat bagi mereka di masa mendatang.

Kemudahan memperoleh informasi ini juga membuat manusia bersaing satu dengan yang lainnya. Setiap manusia ingin menjadi yang tercanggih di antara manusia lainnya. Kita mungkin tak segan membeli smartphones, seperti BlackBerry dan tablet, seperti iPad untuk memenuhi hasrat kita dalam memenuhi kebutuhan kita akan informasi. Informasi seolah sudah menjadi kebutuhan primer yang dibutuhkan manusia modern dalam menunjang kehidupannya.

Kita tentu menyadari betapa pentingnya arti informasi dan pengetahuan di era modern ini. Pengusaha membutuhkan informasi tentang media investasi yang baik dan jenis usaha yang sedang berkembang di dunia saat ini. Guru membutuhkan informasi tentang materi pengajaran dan metode mengajar yang menarik. Pemerintah membutuhkan informasi tentang kebijakan politik luar negeri yang dimiliki bangsa lain untuk dijadikan acuan atau indikator pembuatan kebijakan di dalam negeri. Informasi sangat dibutuhkan manusia untuk berkembang lebih baik dari hari ke hari. Manusia yang tidak mengikuti informasi di era globalisasi ini akan jauh tertinggal dibandingkan manusia lainnya.

Informasi membuat sebuah bangsa menjadi bangsa yang maju dan berkembang dari hari ke hari. Kita dapat melihat kesuksesan Jepang dalam menciptakan teknologi dan produk terbaru. Kesuksesan Jepang tentu dilatarbelakangi oleh pemanfaatan informasi yang mereka terima dengan tepat. Mereka mampu memanfaatkan informasi dengan budaya kerja keras dan sikap yang baik sehingga mampu menghasilkan sebuah karya yang mengagumkan dan bermanfaat bagi banyak orang.

Tanpa informasi, manusia ibarat peta buta. Kita tidak akan mampu melakukan suatu hal secara terarah dan tepat sasaran. Kita akan meraba-raba dan berspekulasi tanpa landasan alasan yang jelas. Pada akhirnya, kita akan menjadi manusia tertinggal di antara bangsa lain. Kita akan menjadi follower yang tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk memenangkan persaingan di era globalisasi ini. Hal ini juga akan menghambat kita untuk menjadi trendsetter dan kompetitor handal di berbagai sektor.

Dalam hal ini, internet adalah media yang sangat berpengaruh bagi kita dalam memberikan informasi di era modern. Internet menghubungkan banyak orang di seluruh dunia menjadi satu untuk saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Melalui akun jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter, kita dapat mengetahui informasi seputar teman, kejadian aktual yang terjadi di berbagai tempat, kegiatan, dan hal-hal lainnya. Internet membuat kita kaya akan informasi.

Sayangnya, tidak semua informasi yang kita terima memiliki pengaruh yang baik untuk diri kita. Layaknya pedang bermata dua, internet dapat membawa dampak baik maupun buruk bagi penggunanya, tergantung dari informasi apa yang mereka dapatkan dari internet. Apakah kita mendapatkan informasi yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa, seperti perkembangan IPTEK di dunia ataukah informasi yang dapat mempengaruhi pikiran kita untuk berbuat hal yang negatif, seperti berita kekerasan, kriminalitas, pornografi, dan lain sebagainya? Informasi yang kita pilih akan menentukkan hal apa yang akan kita dapatkan dari internet. Manfaatkah atau mudaratkah?

Melihat kesuksesan Jepang dalam memanfaatkan internet, tentu kita dapat menyimpulkan bahwa informasi dan pengetahuan adalah inspirator bagi kemajuan sebuah bangsa. Informasi membuat manusia berpikir untuk melakukan hal yang lebih baik dari hari ke hari. Sebagai contoh, perkembangan ilmu kedokteran di dunia membuat negara kita juga turut mempelajari teknik-teknik pengobatan modern yang baru. Kita seolah dituntut dan diajak untuk menguasai informasi seputar teknologi tersebut agar tidak tertinggal dengan negara lain. Informasi sudah menginspirasi kita untuk melakukan perubahan berarti dalam kehidupan sebuah bangsa.

Dalam menyikapi informasi, kita tentu harus PANDAI dalam memanfaatkan informasi dan pengetahuan yang ada di sekitar kita. PANDAI akan membuat kita mampu menjadikan informasi dan pengetahuan menjadi inspirasi bagi kemajuan bangsa.

P – Pola Pikir

Sadar atau tidak kita sadari, informasi dan pengetahuan membuat pola pikir kita jauh lebih luas dibanding sebelumnya. Kita dapat memandang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dari sebelumnya. Informasi dan pengetahuan memungkinkan kita untuk mengubah persepsi atau pola pikir kita menjadi lebih berkembang dari sebelumnya. Hal ini harus kita aplikasikan dalam pemanfaatan informasi dan pengetahuan sebagai sarana untuk memajukan bangsa.

Lewat informasi yang kita dapatkan, kita bisa belajar bagaimana kesuksesan sebuah bangsa diraih. Apa saja modal yang dibutuhkan dan kiat-kiat apa saja yang mereka lakukan? Informasi ini dapat kita adaptasi untuk dijadikan sarana dalam mengubah pola pikir kita. Pola pikir akan menentukkan sikap yang akan kita ambil dalam kehidupan sehari-hari. Ambillah informasi yang bermanfaat dan berguna bagi perkembangan diri kita. Lambat laun informasi akan mengubah ataupun membuat pola pikir kita terbentuk menjadi lebih dewasa dari sebelumnya.

Kita akan terinspirasi untuk melakukan sesuatu yang berbeda bagi kemajuan bangsa dan negara tercinta. Sebut saja, bisnis online. Sebelumnya banyak orang berpikir untuk menjadi wirausaha yang sukses dibutuhkan modal awal dan tempat usaha yang baik. Pola pikir kita sudah terbentuk dari awal dengan isu yang berkembang di masyarakat. Lewat informasi, kita mengetahui bahwa berbisnis dan menjadi wirausaha itu tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Informasi dapat memberi tahu kita bahwa ada jenis bisnis yang memungkinkan siapapun dan di manapun untuk menjadi wirausaha. Bisnis ini dinamakan bisnis online. Dalam hal ini, informasi membuat pola pikir kita jauh lebih terbuka dan responsif dalam menerima perkembangan zaman.

A – Aplikatif

Informasi dan pengetahuan juga dapat memberi kita solusi aplikatif yang dapat kita terapkan bagi kemajuan bangsa dan negara tercinta. Sebut saja, bioetanol. Bahan bakar alternatif yang dapat kita buat dari bahan organik ini merupakan produk yang bisa kita aplikasikan berkat adanya informasi dan pengetahuan. Pengetahuan yang berkembang di dunia memungkinkan kita untuk menerapkan paham-paham ilmu tertentu yang dapat dijadikan solusi untuk persoalan yang tengah kita hadapi di dunia. Bioetanol dapat kita pelajari dan terapkan secara aplikatif berkat adanya informasi dan pengetahuan.

Hal aplikatif lainnya yang dapat kita lakukan berkat informasi dan pengetahuan adalah mesin tenaga surya. Kita dapat menerapkan teknologi ini secara aplikatif berkat adanya informasi. Informasi membuat kita mencari solusi aplikatif bagi kemajuan bangsa dan negara tercinta. Pemerintah dapat mengaplikasikan sistem keamanan CCTV yang dinilai efektif oleh bangsa lain berkat adanya informasi dan pengetahuan. Secara tidak langsung, informasi dan pengetahuan sudah menjadi katalisator bagi bangsa kita untuk menerapkan teknologi terbaru yang efektif secara aplikatif.

N – Nasionalisme

Informasi dan pengetahuan juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan nasionalisme sebuah bangsa. Sebut saja, promosi Pulau Komodo sebagai 7 keajaiban dunia yang sedang gencar dilakukan pemerintah saat ini. Lewat adanya informasi, kita terinspirasi untuk mencintai dan mendukung langkah pemerintah dalam menyukseskan Pulau Komodo sebagai nominasi keajaiban dunia. Tentu jiwa nasionalisme kita pun terasah berkat adanya informasi ini.

Ketika Indonesia sedang bersitegang dengan Malaysia karena kasus klaim budaya bangsa, jiwa kebangsaan atau nasionalisme kita tumbuh berkat adanya informasi. Kita merasa perlu menumbuhkan kembali kecintaan terhadap budaya bangsa dengan adanya informasi ini. Pemerintah bisa menggunakan informasi dan pengetahuan sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa nasionalisme masyarakat Indonesia.

Hal ini dapat dilakukan melalui ajakan dan dorongan bagi masyarakat untuk mencintai budaya bangsa secara gencar lewat berbagai media, seperti koran, internet, dan majalah. Informasi yang diberikan akan menjadi sebuah dorongan dan tantangan bagi masyarakat untuk memproteksi kekayaan budaya bangsa yang ada. Pada akhirnya, rasa nasionalisme pun tumbuh di hati masyarakat.

D – Dedikasi

Informasi dan pengetahuan juga harus kita sikapi dengan penuh dedikasi. Tanamkan dalam diri kita bahwa kita harus lebih baik dari apa yang sudah bangsa lain lakukan. Dedikasi akan membuat kita mampu menjadikan informasi dan pengetahuan sebagai faktor pendorong bagi kita untuk melakukan perubahan. Kita bisa mengubah sistem yang dimiliki bangsa ini menjadi lebih baik dan berkembang dari sebelumnya.

Sebagai contoh, kita mendengar berita tentang kasus korupsi di China. Bagaimana kita menyaksikan para koruptor mendapat hukuman dan sanksi yang berat karena perbuatan buruk yang mereka lakukan. Lewat informasi yang kita dapatkan, kita bisa mendedikasikan diri kita untuk mencegah budaya korupsi terjadi. Informasi membuat kita mawas diri dan menyadari konsekuensi dari setiap perbuatan yang kita lakukan. Tentu informasi ini harus kita oleh dengan penuh dedikasi. Dalam hal ini, dedikasi dapat kita wujudkan lewat pembuatan kantin kejujuran, budaya antikorupsi, dan lain sebagainya.

Pemerintah juga dapat berdedikasi untuk memberantas korupsi lewat informasi yang didapat. Kasus Gayus Tambunan yang tengah berlarut-larut terjadi dapat diselesaikan dengan penuh pertimbangan berkat adanya contoh dari negara lain. Informasi membuat bangsa kita berdedikasi untuk melakukan perubahan. Kita bisa melihat dedikasi ini dari para anak muda di Indonesia. Mereka mampu menciptakan antivirus dan website komputer berkat dedikasi yang mereka tetapkan setelah memanfaatkan informasi.

Kita bisa melihat kesuksesan Arrival Dwi Sentosa dan Taufik Aditya Utama selaku pembuat antivirus Artav. Antivirus yang sudah diunduh di 52 negara ini membuat mereka mampu menuai kesuksesan di usia mereka yang masih belia. Ada juga Yahya Harlan yang berhasil membuat situs jejaring sosial salingsapa.com. Mereka mendapat ilham dan inspirasi untuk memajukan bangsa tercinta berkat informasi yang mereka terima. Mereka berdedikasi untuk menjadi “Mark Zuckerberg” baru dengan informasi yang mereka terima. Dedikasi tercipta dari informasi dan pengetahuan yang mereka terima untuk membuat sebuah perubahan dan tindakan yang memajukan bangsa.

A – Attitude

Sikap kita dalam menyikapi informasi dan pengetahuan akan sangat menentukkan apa yang akan kita peroleh dari informasi tersebut. Sebagai contoh, kasus video porno Ariel Peterpan, Cut Tari, dan Luna Maya yang disebarluaskan sebagai informasi melalui media internet membuat respon dan sikap masyarakat Indonesia bervariasi. Ada yang menyikapi dengan bijak dan menjadikan kasus itu untuk lebih mawas diri dalam memanfaatkan internet, ada juga yang justru “terinspirasi” dan meniru perbuatan bejat yang mereka lakukan.

Sikap kita dalam menyikapi informasi dan pengetahuan juga akan menjadikan dan membentuk karakter kita. Dalam hal ini, kita harus mengisi diri dengan informasi yang positif. Perkembangan teknologi, penemuan baru, solusi alternatif, dan lain sebagainya dapat menjadi referensi kita untuk membentuk sikap positif. Sikap yang kita dapatkan dari informasi positif tentu akan membuahkan hasil yang positif pula. Kita dapat mempelajari ilmu tertentu dengan informasi yang diperoleh.

Implementasi sikap yang baik dalam memanfaatkan informasi dan pengetahuan dapat kita lihat dengan rasa keprihatinan kita dalam melihat kondisi bangsa ini. Sebagai contoh, bangsa Indonesia kok belum mempunyai laptop buatan anak bangsa. Kita melihat bahwa Apple ataupun Microsoft selalu berlomba-lomba untuk menciptakan teknologi. Informasi akan membentuk sikap kita untuk mengambil langkah dan tekad, seperti “Aku harus berhasil menjadi pencipta laptop pertama di Indonesia”. Sikap inilah yang kita harapkan lahir dari pemanfaatan informasi dan pengetahuan. Bangsa kita terinspirasi berkat perkembangan informasi dan pengetahuan yang ada.

I – Inovator

Dalam menyikapi informasi dan pengetahuan, kita juga harus bisa menjadi inovator yang mengambil intisari dan makna dari pengetahuan yang kita pelajari menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat di masyarakat. Di dunia, mungkin kita melihat bahwa bangku hanyalah berfungsi sebagai tempat duduk. Dengan adanya informasi ini, kita harus memiliki jiwa yang kreatif, inovatif, dan produktif untuk melihat peluang yang ada. Kita bisa mengolah informasi dan referensi yang kita peroleh untuk menjadikan kita seorang inovator.

Bangku yang semula hanya menjadi tempat duduk dapat kita jadikan tempat tidur atau bahkan meja. Jiwa ini dipupuk dengan cara menyikapi informasi yang diperoleh dan menggabungkannya dengan sentuhan ide yang orisinal dari setiap pribadi. Kita tentu yakin bahwa setiap manusia dianugerahi kemampuan yang berbeda di bidangnya masing-masing. Kemampuan ini hendaknya bisa diinovasikan menjadi sesuatu yang berbeda dari sebelumnya dengan informasi yang kita terima. Hal ini akan menjadikan kita sebagai inovator terdepan dalam kehidupan di masyarakat.

PANDAI akan menjadi upaya cerdas bagi kita dalam optimalisasi informasi dan pengetahuan sebagai katalisator kemajuan bangsa. Informasi dan pengetahuan tidak hanya menjadi referensi bagi kita semata, tetapi juga dapat membawa perubahan bagi kemajuan bangsa dan negara tercinta. Dalam hal ini, kita sudah berfungsi sebagai agent of change bagi perkembangan bangsa dan negara tercinta.

Perlu dipahami bahwa informasi dan pengetahuan tidak akan menjadi apapun jika tidak dimanfaatkan. Mereka hanya akan menjadi benda mati jika dibiarkan lalu begitu saja. Sebaliknya, jika kita bisa memanfaatkan informasi dan pengetahuan yang ada, maka mereka akan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Mereka akan menjadi stimulator yang baik dalam kemajuan bangsa. Sebagai agen perubahan bangsa, tindakan apakah yang akan kita ambil? Memanfaatkan atau membiarkan informasi dan pengetahuan begitu saja? Semua ada di tangan kita masing-masing.

Informasi dan pengetahuan hanyalah katalisator bagi kemajuan bangsa. Selebihnya baik atau buruknya pengaruh informasi dan pengetahuan yang kita terima akan ditentukan oleh diri kita masing-masing. Maka dari itu, mari kita PANDAI dalam memanfaatkan informasi dan pengetahuan guna memberi inspirasi bagi kemajuan bangsa di era modern.

Artikel ini diikutsertakan dalam Kontes Ngeblog Inspiratif Visimaya yang diadakan dalam rangka launching portal VisiMaya.Com.

Friday, October 22, 2010

Revitalisasi HAM Anak : Upaya Aktif dan Progresif Dalam Regenerasi Harapan Bangsa

Lomba Blog Tingkat Nasional 2010
Tema : “Anak Indonesia Harapan Masa Depan”

Revitalisasi HAM Anak : Upaya Aktif dan Progresif Dalam Regenerasi Harapan Bangsa

Berdasarkan data BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional) tahun 2010, jumlah anak Indonesia yang terancam putus sekolah saat ini mencapai 13 juta yang terdiri dari usia tujuh sampai 15 tahun. Faktor ekonomi menjadi persoalan kompleks yang sampai saat ini dihadapi masyarakat kalangan menengah ke bawah. Tak heran jika banyak keluarga tidak mampu memilih untuk tidak menyekolahkan anak mereka karena terbentur biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Fakta ini diperparah dengan meningkatnya biaya pendidikan dari tahun ke tahun.

Kemiskinan membuat mereka terpaksa harus merelakan masa depan anak demi mencari sesuap nasi. Ironis memang, anak yang seyogianya mendapat HAM untuk pendidikan yang layak, justru harus menjadi tulang punggung keluarga. Hal ini dapat kita saksikan sehari-hari di jalan raya. Anak kecil yang masih berusia sepuluh tahun sudah mengamen dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya. Keselamatan mereka menjadi taruhan demi mendapat recehan dari para pengendara kendaraan bermotor.

Tak dapat dimungkiri jika tingkat kepedulian terhadap anak di Indonesia masih sangat minim. Pemerintah pun seolah dibuat bungkam dengan fakta anak jalanan yang ada di lapangan. Banyak rancangan dan peraturan dirancang sedemikian rupa, namun implementasi nyata di lapangan masih sebatas utopia belaka. Anak jalanan tetap merajai lampu merah dan berkeliaran dengan gitar mereka. Pemerintah masih belum turun tangan untuk merangkul mereka agar mereka bisa mendapat masa depan mereka.

Memang pemerintah sudah mencanangkan program Sekolah Gratis bagi keluarga yang tidak mampu. Namun upaya ini tidak cukup untuk memberikan kelegaan bagi orang tua. Di satu sisi, Sekolah Gratis yang ada tidak benar-benar “gratis” karena mempunyai embel-embel tertentu, seperti biaya buku pelajaran, seragam, dan perlengkapan sekolah lainnya yang memberatkan orang tua. Di sisi lain, muncul paradigma berbeda dari orang tua anak tersebut. Anak yang semula menjadi mesin uang karena berkeliaran di jalan raya, kini tidak lagi produktif karena sekolah. Muncul anggapan sekolah hanya mengurangi penghasilan mereka sehari-hari, sehingga mereka tetap kukuh untuk tidak menyekolahkan anak mereka.

Sampai saat ini, pemerintah kurang memperjuangkan HAM anak untuk mendapat pendidikan. Kebijakan birokrasi dan pemanfaatan APBN untuk pendidikan yang kurang optimal membuat realisasi HAM ini sangat sulit untuk dilakukan. Apalagi pemerintah “seolah” disibukkan dengan merintis Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) untuk meningkatkan gengsi dan eksistensi di kancah internasional. Kondisi ini tentu bertolak belakang dengan nasib jutaan anak yang putus sekolah. Prioritas pemerintah yang tidak ditujukan untuk kesejahteraan anak ini menjadi bumerang dan lingkaran masalah yang tidak terputus dialami oleh anak Indonesia.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap anak juga masih marak terjadi di Indonesia. Anak yang dianggap makhluk kecil tak berdaya ini kerapkali menjadi korban kekerasan orang tua mereka. Anak seolah menjadi barang mainan yang dapat dilakukan seenaknya oleh orang tua mereka sendiri. Padahal, anak adalah aset bangsa yang tidak ternilai harganya. Mereka kelak yang akan mewarisi cita-cita dan harapan bangsa ini. Tentu kita tidak ingin mereka mewarisi dendam, kepedihan, dan kebencian di masa mendatang.

RUU KDRT yang saat ini dirancang pun masih belum efektif direalisasikan di lapangan. Anak masih saja menjadi bulan-bulanan orang tua ketika terjadi pertengkaran suami istri. Anak dipukul, disiksa, dan dicaci ketika tidak menurut. Hal ini tentu berdampak buruk pada psikologis anak tersebut. Mereka dibayang-bayangi trauma dan akhirnya mereka menjadi bersikap menyimpang. Hal ini juga sekaligus menjadi pemicu banyaknya kenakalan remaja di Indonesia. Anak merasa bebas dan tidak mau diatur ketika dewasa karena kecewa dengan perlakuan orang tua mereka. KDRT tentu memupuskan harapan bangsa yang ada di tangan anak.

Kita juga masih sering mendengar kasus pelecehan seksual yang dilakukan terhadap anak. Kasus sodomi yang dilakukan Baekuni (49) terhadap anak jalanan asuhannya memicu keprihatinan kita. Apalagi aksi Baekuni yang dikenal dengan julukan Babeh ini diakhiri dengan mutilasi. Hal ini tentu menunjukkan bahwa anak-anak menjadi objek seksual yang empuk bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. HAM anak dalam hal ini diinjak-injak dan tidak lagi mendapat tempat dalam hati mereka.

Kasus pelecehan ini juga tak jarang dilakukan oleh orang tua mereka sendiri. Anak dipaksa melayani nafsu bejat orang tua dan harus merelakan kesucian mereka direnggut begitu saja. Akibatnya anak menjadi tertutup, trauma, dan tak jarang yang akhirnya memilih bunuh diri sebagai jalan penyelesaian masalah. Mereka tak sanggup menghadapi beban mental yang diakibatkan oleh perilaku bejat orang tua mereka.

Pemerintah masih minim dalam menggiatkan kerja Komnas Perlindungan Anak (KPA) di Indonesia. HAM anak masih saja menjadi barang dagangan yang tidak henti-hentinya diperjualbelikan di Indonesia. Pada akhirnya, anak tidak dapat lagi diandalkan menjadi harapan masa depan karena kualitas pendidikan, mentalitas, dan sikap yang buruk dari pelanggaran terhadap HAM anak. Tentu hal ini patut kita kritisi bersama dan renungkan. Bayangkan jika kader penerus bangsa kita dirusak oleh perilaku amoral oleh generasi sekarang, apa jadinya nasib bangsa ini di masa mendatang.

Anak ibarat sebuah bibit. Mereka akan tumbuh sesuai dengan lingkungan tempat tinggal mereka. Bagaimana didikan, perlakuan, dan pendidikan akan mempengaruhi sikap dan perilaku mereka kelak di masa mendatang. Bagi yang memberi pendidikan dan didikan terbaik, tentu akan menghasilkan anak berprestasi yang potensial sebagai harapan masa depan. Berbeda dengan yang memberi pola asuh dan perlakuan yang buruk, mereka akan menjerumuskan anak ke lubang hitam kegagalan.

Mengingat pentingnya keberadaan anak Indonesia dalam menyongsong masa depan bangsa, tentu kita harus menyiapkan upaya efektif dalam melindungi HAM anak. Hal tersebut dapat dilakukan dengan revitalisasi HAM anak. Hal ini berfungsi sebagai upaya aktif dan progresif dalam regenerasi harapan bangsa. Bagaimana generasi masa kini akan mewariskan kesuksesan mereka pada generasi yang akan datang lewat anak. Tentu dengan adanya revitalisasi ini diharapkan anak dapat meraih masa depan terbaiknya dan menjadi harapan masa depan bangsa yang kelak akan memimpin bangsa ini ke arah yang lebih baik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan FRIEND.

F – Family

Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama yang akan membentuk karakter anak. Baik buruknya perilaku anak dapat dilihat dari didikan keluarga. Keluarga tentu harus memberikan sikap dan teladan yang baik pada anak. Sikap, tingkah laku, perbuatan, dan pola pikir terhadap suatu hal akan ditiru oleh anak. Tanamkan dalam diri anak bahwa mereka berharga dan menjadi prioritas keluarga.

Dalam hal ini, keluarga harus memfasilitasi anak dengan pendidikan yang baik. Saya terharu melihat program Tolong yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi mengisahkan perjuangan seorang ibu untuk mencari nafkah. Ibu itu berkata, “Yang penting, anak saya bisa sekolah. Itu harapan saya sebagai orang tua.” Saya melihat dedikasi dan niat ibu ini sangat besar dalam menyejahterakan nasib anak mereka di masa depan. Paradigma bahwa anak harus lebih baik dari orang tua mereka sangat dijunjung tinggi dan diperjuangkan demi kebaikan anak mereka sendiri. Saya acungkan jempol atas upaya ibu ini.

Kita dapat mencontoh sikap ibu ini terhadap anak. Anak kelak akan mewarisi bangsa ini. Tentu kita ingin bangsa Indonesia lebih maju dari masa ke masa. Anak sebagai tumpuan bangsa di masa depan harus kita pelihara dan didik dengan sebaik mungkin agar memiliki mentalitas yang baik. Lingkungan keluarga akan sangat berpengaruh dalam membentuk jiwa anak. Maka dari itu, sangat penting bagi orang tua untuk mendidik anak mereka dengan sebaik-baiknya dan memenuhi HAM mereka untuk mendapat pendidikan.

R – Responsibility

Pemerintah dan keluarga dalam hal ini bertanggung jawab dan bertugas bahu membahu dalam mempersiapkan anak menjadi kader penerus bangsa yang dapat diandalkan. Bagi pemerintah, hal ini dapat diwujudkan dengan pemberian beasiswa bagi anak yang tidak mampu, menyelenggarakan sekolah gratis yang benar-benar “gratis”, serta mengadakan berbagai kompetisi yang mengasah sportivitas mereka. Bagi keluarga, memenuhi hak anak dalam memperoleh pendidikan, asupan gizi yang cukup, dan keamanan menjadi tanggung jawab yang harus dielam hal ini, pendidikan karakter sangat dibutuhkan anak dalam pembentukan intmban dan ditanamkan sejak dini.

Upaya ini diharapkan dapat membuat anak merasa nyaman dan aman untuk mendapatkan HAM mereka. Anak dapat memperkaya diri mereka dengan pendidikan dan pengetahuan yang ada. Kelak mereka juga akan mempelajari generasi masa kini dan berupaya menjadi generasi masa depan yang dapat diandalkan. ntuk mengembangkan potensinya secara maksimal dan terarah.

I – Integrity

Integritas sangat penting untuk ditanamkan dalam diri anak. Apalagi didasari fakta bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis kepemimpinan. Pemimpin yang duduk di bangku pemerintahan dapat dikatakan tidak mampu mengemban amanat rakyat. Dalam hal ini, pendidikan karakter sangat dibutuhkan anak dalam pembentukan integritas. Integritas akan menuntun anak menjadi pemimpin yang tegas, displin, dan bermoral tinggi. Tentu hal ini juga sekaligus akan mengurangi angka korupsi yang dilakukan pemimpin di masa mendatang. Dengan prinsip seia sekata, anak akan belajar untuk menjadi pribadi yang konsisten dan memiliki passion untuk memajukan Indonesia.

E – Education

Pendidikan memegang peranan penting bagi masa depan anak. Pendidikan akan menjadi katalisator dalam pembangunan bangsa. Anak akan belajar untuk kritis dan responsif dalam menanggapi berbagai persoalan krusial yang saat ini sedang dihadapi bangsa kita. Pendidikan juga menjadi indikator sejauh manakah kualitas anak Indonesia di mata dunia. Maka dari itu, pendidikan sangat penting untuk didapatkan anak guna mempersiapkan mereka menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.

N – Nationality

Akhir-akhir ini, rasa nasionalisme yang dimiliki bangsa kita sangat memprihatinkan. Banyak anak muda yang tidak menghargai budaya dan tradisi bangsa kita yang begitu beragam. Alasannya bermacam-macam. Takut dianggap jadul, kolot, dan culun membuat anak muda menjadi begitu anti terhadap hal yang berbau tradisi Indonesia. Padahal budaya dan tradisi Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya.

Ironisnya, bangsa kita baru bertindak ketika ada negara lain yang ingin mengambil alih budaya bangsa kita. Tari Pendet, misalnya. Ketika tari Indonesia ini jatuh ke tangan negeri tetangga, kita seakan kebakaran jenggot. Berbagai upaya dan gerakan “ganyang” dilakukan untuk menunjukkan kepedulian. Hal ini tentu sangat memprihatinkan karena mentalitas bangsa kita masih labil. Rasa nasionalisme yang ada pun sangat minim dan terancam punah karena adanya arus globalisasi. Globalisasi membuat sebagian orang ingin menjadi dan mengikuti budaya negara lain yang pada akhirnya akan menempatkan bangsa kita menjadi follower, bukan trendsetter bagi masyarakat dunia.

Minimnya rasa nasionalisme pada diri anak juga tampak dalam dunia pendidikan. Hampir semua anak berlomba-lomba untuk bersekolah di luar negeri. Mereka menilai pendidikan di luar negeri jauh lebih baik daripada pendidikan di Indonesia. Setelah lulus, mereka ibarat kacang lupa dengan kulitnya. Mereka pun akhirnya memilih tinggal menetap di luar negeri dengan asumsi bahwa Indonesia negeri yang sangat tidak bersahabat. Padahal perlu mereka ketahui bahwa seburuk-buruknya Indonesia tetaplah bangsa yang sudah melahirkan mereka menjadi manusia hingga saat ini.

Rasa nasionalisme dapat ditanamkan lewat pelajaran Sejarah. Pengajar dapat mendidik siswa untuk mengetahui bagaimana perjuangan para pahlawan pada masa penjajahan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tentu sebagai anak bangsa, kita harus mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan kebanggaan terhadap hal yang telah mereka wariskan. Rasa tanggung jawab akan kelangsungan dan eksistensi bangsa ini dapat menjadi modal awal yang baik untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri anak.

Upaya menumbuhkan rasa nasionalisme ini harus ditanamkan sejak dini oleh orang tua setiap anak. Berikan pemahaman bahwa bangsa ini adalah perjuangan dan hasil pengorbanan para pahlawan. Kebanggaan yang muncul dalam diri anak akan memberi mereka tantangan untuk memajukan bangsa ini lebih baik dari sebelumnya sebagai wujud ucapan terima kasih mereka. Akhirnya, rasa nasionalisme itu akan muncul dan dapat dituangkan dalam berbagai bentuk, seperti memakai batik, menari jaipong, dan berbagai hal lainnya.

D – Destination

Anak Indonesia harus mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini, anak harus mempunyai visi dan misi untuk hidup mereka ke depan. Apa yang akan mereka lakukan dalam membangun bangsa ini menjadi bangsa yang maju? Tentu pemahaman akan tujuan hidup ini harus diperkenalkan lewat lembaga pendidikan. Sekolah berfungsi untuk menelusuri potensi dan bakat anak. Sekolah juga harus memberikan wadah yang tepat agar potensi anak dapat terarah dan dioptimalkan dengan sebaik-baiknya.

Ketika anak sudah mengetahui tujuan hidupnya, mereka tentu akan lebih bersemangat dalam mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan positif. Mereka dapat mengembangkan bakat dan minat mereka secara efektif. Hal ini dapat menjadi modal yang baik bagi negara karena bisa mendapat bibit-bibit unggul harapan bangsa yang bisa memajukan Indonesia kelak di masa mendatang. Dedikasi dan kesungguhan dalam meraih tujuan yang dimiliki anak juga akan membuat mereka berpikir kreatif, aktif, dan terbuka dalam memajukan bangsa Indonesia dengan lebih baik. Pendidikan akan membuat mereka berpikiran terbuka dan dapat mengakomodasi apa yang baik untuk diikuti dan menghindari hal yang buruk.

Upaya revitalisasi HAM anak di atas diharapkan dapat menjadi upaya aktif dan progresif dalam regenerasi harapan bangsa. Anak dibekali dengan harapan, ilmu, cita-cita, sikap, mentalitas, dan karakter yang baik untuk memajukan bangsa ini. Regenerasi harapan bangsa yang diharapkan pun dapat direalisasikan dengan baik karena anak sudah mempunyai modal awal yang baik untuk membangun bangsa ini kelak. Bangsa ini dapat keluar dari krisis multidimensional yang saat ini sedang terjadi, asalkan pemerintah dan keluarga mampu melakukan revitalisasi terhadap HAM anak dan mempersiapkan anak menjadi aset harapan masa depan yang tidak ternilai harganya.

Link : http://smartblogcompetition.blogspot.com

~ oOo ~

Saturday, July 31, 2010

Bangga Jadi Anak Bangsa

Bangga Jadi Anak Bangsa
Oleh. Daniel Hermawan

Belia pasti tahu dong tren fashion dan rambut yang sedang digandrungi remaja saat ini. Mulai dari gaya harajuku hingga sambung rambut, seolah tidak lepas dari kehidupan kita dewasa ini. Banyak remaja bangga setelah mengadaptasi gaya yang dipopulerkan bangsa lain. Status manusia up to date dan fashionista pun seakan melekat dalam diri kita setelah mengikuti tren gaya yang beredar.

Era globalisasi memang membuat pertukaran budaya antarbangsa berlangsung sangat cepat. Budaya asing yang awalnya tabu untuk dilakukan bangsa kita, kini menjadi tren yang amat membudaya di Indonesia. Salah satu contohnya adalah budaya memakai tank top. Pada masa orang tua kita, budaya berpakaian seperti ini belum dikenal. Wanita Indonesia umumnya harus memakai pakaian tertutup semacam kebaya untuk menjaga kesopanan. Sekarang, pakaian model terbuka sudah menjadi mode pasaran di Indonesia.

Memang tak dapat dimungkiri, remaja adalah masa untuk mencari jati diri. Sayangnya karena banyaknya pengaruh budaya yang ditularkan lewat media, terutama televisi dan internet, remaja seakan dituntut harus mengikuti tren tertentu untuk bisa dianggap gaul. Padahal kenyataannya tidak demikian, bukan? Jika saja pola pikir kita terhadap budaya bangsa sudah baik, tentu kita bisa mengadaptasi budaya Indonesia sebagai tren baru yang tidak kalah uniknya dengan yang sudah ada sekarang.

Coba lihat negara Jepang yang memegang teguh budaya leluhurnya. Mereka tak tergoyahkan dalam memakai kimono yang kita anggap jadul. Justru mereka menjadikannya pakaian wajib. Sikap inilah yang harus muncul dalam diri kita sebagai anak bangsa. Sudah saatnya kita sadar untuk tidak copy paste budaya asing dan menjadi diri kita sendiri. Rasanya sangat tidak adil bagi Indonesia, jika anak bangsanya lebih cinta budaya asing dibanding budaya nenek moyangnya.

Mulailah untuk mencintai budaya bangsa, baik itu batik, angklung, kebaya, kesopanan, bahasa Indonesia, dan budaya Indonesia lainnya. Bangsa kita dikenal karena keanekaragaman budayanya yang mempesona. Tentu tugas kita sebagai anak bangsa adalah melestarikan dan mengembangkan budaya tersebut agar lebih dikenal oleh masyarakat dunia. Sudah saatnya kita menciptakan tren baru, bukan lagi menjadi pengikut mode. Dengan begitu, kita bangga menjadi anak bangsa yang kreatif dan inovatif dalam menjunjung tinggi budaya Indonesia.

~ oOo ~

Wednesday, February 3, 2010

Bekasi : Roda Kecil Penggerak Bangsa

Lomba Penulisan Blog Komunitas Blogger Bekasi
Tema : “Aku Cinta Bekasi”

Bekasi : Roda Kecil Penggerak Bangsa

Berdasarkan Perda No. 4 tahun 2004, Kota Bekasi mempunyai 12 kecamatan yang terdiri dari 56 kelurahan, yaitu Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Pondok Gede, Kecamatan Jatiasih, Kecamatan Bantar Gebang, Kecamatan Jatisampurna, Kecamatan Medan Satria, Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Mustika Jaya, dan Kecamatan Pondok Melati. Sebagian besar wilayah Kota Bekasi difungsikan sebagai pemukiman penduduk.

Dewasa ini, Kota Bekasi terus berkembang menjadi kota perdagangan, jasa, dan industri. Hal tersebut dapat dilihat dari pembentukan Satuan Pelayanan Satu Atap (SPSA) oleh Pemkot Bekasi. Pemkot juga terus berupaya mengembangkan fasilitas publik, seperti pasar tradisional dan modern, perumahan, tempat ibadah, sarana pendidikan, dan kesehatan.

Kota Bekasi juga memiliki berbagai keunggulan, seperti memiliki akses langsung ke Pelabuhan Tanjung Priuk dan Bandara Soekarno-Hatta melalui jalur bebas hambatan pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur dengan melintasi Jakarta atau sebaliknya. Posisi Kota Bekasi yang sangat strategis, yang terletak di jalur tol Jakarta-Cikampek setelah dibangunnya jalan tol Cipularang menjadikan Bekasi sebuah kota yang memiliki peranan penting dalam memperlancar mobilitas masyarakat.

Kota Bekasi juga memiliki sektor unggulan, yakni sektor industri dan perdagangan. Perdagangan ikan hias yang ada di Kota Bekasi saat ini merupakan komoditi terbesar di Asia Tenggara dan sudah diekspor ke Australia, Belanda dan Selandia Baru menjadi bukti pencapaian prestasi Kota Bekasi yang patut kita banggakan. Di samping itu, Kota Bekasi juga memiliki keunggulan-keunggulan di sektor lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Melihat fakta di atas, saya melihat Bekasi sudah mengalami perkembangan yang signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini dilihat dari perbaikan pelayanan publik, sistem transportasi, penataan ruang kota, dan sarana dan prasarana. Bukan mustahil perbaikan demi perbaikan yang dilakukan Bekasi akan membawa kota ini menjadi kota kecil yang membawa pengaruh besar bagi perekonomian bangsa.

Kecintaan saya pada Bekasi tumbuh ketika melihat Pemkot tak berdiam diri dengan pencapaian Bekasi selama ini. Pemkot terus berusaha memperindah Kota Bekasi dengan potensi terpendam yang dimiliki kota ini. Potensi itu berupa anugerah alam, di mana Bekasi ditakdirkan menjadi penghubung dua kota besar di Indonesia. Hal ini disadari Pemkot sebagai sebuah potensi yang tidak boleh disia-siakan begitu saja. Akhirnya, Pemkot memajukan sektor industri dan perdagangan yang memang sangat potensial untuk dikembangkan di Bekasi.

Saya pernah mendengar cibiran pedas suatu organisasi tentang kota kecil. Mereka menganggap kota kecil hanyalah “parasit” bagi kota besar di Indonesia. Bagi saya, pendapat itu salah besar. Banyak kota kecil di Indonesia yang mampu menunjukkan eksistensinya di Indonesia. Sebut saja kabupaten Ciamis yang memiliki Pantai Pangandaran. Kabupaten ini mampu menyokong daerahnya sendiri. Bahkan Ciamis menyumbang devisa negara yang cukup besar.

Contoh nyata lainnya dapat dilihat dari Kota Cimahi. Saya sendiri agak terkejut mendengar Kota Cimahi akan menjadi Cimahi Cyber City. Pemkot Cimahi dengan tekad dan semangat yang kuat membenahi wilayah Cimahi dengan sentuhan teknologi untuk mewujudkan hal ini. Saya acungkan jempol untuk usaha Pemkot yang mau memajukan kota kecil dengan berbagai inovasi. Kota Bandung yang dikenal sebagai salah satu kota besar di Indonesia saja masih takut untuk mengikrarkan diri menjadi kota cyber. Itulah kebanggaan yang ada dalam hati saya mendengar Bekasi mampu unjuk gigi di antara himpitan kota besar di Indonesia.

Bekasi mungkin hanyalah sebuah kota kecil yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Saya akui hal itu. Namun Bekasi mampu menghubungkan arus mobilisasi masyarakat yang terletak di dua kota besar yang menjadi pusat perekonomian bangsa. Kemajuan suatu bangsa, salah satunya ditentukan oleh kelancaran mobilisasi dan transportasi yang menjadi arus perekonomian bangsa. Aku cinta Bekasi yang bisa menjadi jembatan yang sangat produktif bagi bangsa tercinta. Meskipun kecil, Bekasi mampu menjadi roda kecil yang menggerakkan perekonomian bangsa.

Kemajuan bangsa ini tidak terletak dalam kota-kota besar saja, tetapi juga kota-kota kecil yang turut menyokong dan membantu Indonesia. Sama seperti bahan bakar, mungkin peran mereka tidak terlihat secara kasat mata. Namun ketika dijalankan, mereka adalah amunisi dan roda-roda kecil yang bergerak membantu pembakaran yang dilakukan mesin utama. Tanpa mereka, mesin tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

Demikian pula denganmu, Bekasi. Jangan merasa rendah karena kau dicap sebagai kota kecil. Kau memiliki segudang prestasi yang harus kau kembangkan di masa mendatang. Aku cinta padamu, Bekasi. Berikan kado terbaik bagi negeri ini dengan peran sertamu dalam memajukan bangsa. Karena ku yakin kau adalah roda kecil yang mampu membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik di masa mendatang.

~ oOo ~