Thursday, February 24, 2011

AXIS Road To Java Jazz : When Dream Comes True

Blog Competition "AXIS Road To Java Jazz"
Tema : “Gapai mimpi menjadi bintang lewat AXIS Road to Java Jazz”

AXIS Road To Java Jazz : When Dream Comes True

Siapa sih yang ingin jadi musisi ternama? Terkenal, punya banyak uang, kehadirannya ditunggu-tunggu banyak orang, digemari banyak cewek, dan masih banyak keuntungan lain. Pastinya semua orang mau dong. Nah mimpi kalian untuk jadi musisi ternama itu gak akan menjadi mimpi di siang bolong lewat ajang AXIS Road To Java Jazz Festival yang digelar untuk ketiga kalinya tahun ini. Dengan tema “Remarkable Indonesia, Harmony Under One Nation”, kita diajak untuk menampilkan musik tradisional dengan sentuhan berbeda.

Kemeriahan ajang ini bisa kalian rasakan di 31 kota yang ada di Indonesia. Ke-31 kota yang memeriahkan ajang ini tergabung dalam delapan regional besar, yakni Medan, Pontianak, Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, Makassar, Palembang, dan Bandung. Mulai dari Aceh, Banjarmasin, Samarinda, Purwokerto, Purwakarta, Cirebon, Pangkal Pinang, dan masih banyak lainnya, kalian akan bertanding melawan anak muda lainnya yang sama-sama memiliki mimpi sebagai musisi ternama. Dengan tajuk AXIS Road To Java Jazz Festival, ajang ini dibagi ke dalam dua kategori, yakni pelajar dan umum. Pastinya kesempatan kalian menjadi musisi ternama akan terbuka lebar dengan kategori yang diberikan.

Acara ini sendiri bertujuan sebagai media kreativitas yang disediakan untuk pelajar dan mahasiswa. Nah ada kabar bagus lagi. Dari kategori pelajar, akan dipilih satu pemenang dari tiap regional, sehingga akan ada 8 pemenang. Setelah itu, mereka akan disaring kembali menjadi best of the best untuk dibawa ke Jakarta dan tidak ketinggalan di kategori umum juga akan diambil tiga terbaik untuk mendapatkan kesempatan langka yang amat berharga untuk berkolaborasi dengan musisi lain di panggung utama AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2011. Wah banget kan!

Lewat ajang pencarian bakat di bidang musik ini, banyak musisi-musisi baru di kategori pelajar yang menunjukkan kebolehannya di depan dewan juri. Sebut saja, grup band Buzztard dari Semarang yang unjuk kebolehan dengan memainkan fusion jazz. Warna musik mereka memiliki ciri khas tersendiri yang membuat semua dewan juri berdecak kagum mendengarnya. Ada juga kelompok Ayam Jantan dari Timur yang memadukan musik tradisional Aceh dengan unsur jazz. Benar-benar karya yang kreatif, inovatif, dan tentunya mampu mengangkat citra jazz Indonesia ke tempat yang lebih tinggi.

Mimpi kalian lewat ajang ini juga bakal terwujud jika kalian berhasil mempertahankan konsistensi dan produktivitas kelompok kalian dalam bermusik. Dewan juri yang menyeleksi grup-grup musik pun berkata senada. Deddy Dhukun selaku juri di Jakarta menganggap acara ini membuka lahan untuk memunculkan bakat baru ke peta musik Indonesia. Ekki Puradireja pun sepakat bahwa band-band pelajar yang ikut audisi memiliki potensi untuk menjadi musisi handal di masa depan. AXIS Road To Java Jazz Festival memang bisa membuat mimpi kita menjadi kenyataan.

Sebagai kaum muda yang kreatif, kesempatan kita untuk mengikuti AXIS Road To Java Jazz Festival masih terbuka lebar. Jangan malu ataupun takut untuk berkarya dan menunjukkan kebolehan kalian di mata umum. Kalian adalah intan-intan yang belum terasah. Tunjukkan potensi kalian agar kelak kalian bisa meraih mimpi kalian dengan sebaik-baiknya. Eksplorasi dan kembangkan musik jazz menjadi sesuatu yang baru dan bernuansa lokal. Maka kalian sudah menjadi trendsetter musik jazz bagi dunia musik Indonesia.

AXIS Road To Java Jazz Festival ibarat pintu gerbang yang membawa kita selangkah lebih maju menuju impian kita menjadi musisi ternama. So, jangan sia-siakan kesempatan ini dan bawa nama grupmu menjadi yang terbaik di ajang ini. Kapan lagi kalian bisa berkolaborasi dengan musisi kelas dunia kalau bukan di sini, AXIS Road To Java Jazz Festival. Ayo jawab tantangan dari AXIS, maka kamu akan menjadi calon bintang ternama di masa depan! AXIS Road To Java Jazz Festival siap membuat mimpimu menjadi nyata.

No comments:

Post a Comment