Wednesday, February 3, 2010

Bekasi : Roda Kecil Penggerak Bangsa

Lomba Penulisan Blog Komunitas Blogger Bekasi
Tema : “Aku Cinta Bekasi”

Bekasi : Roda Kecil Penggerak Bangsa

Berdasarkan Perda No. 4 tahun 2004, Kota Bekasi mempunyai 12 kecamatan yang terdiri dari 56 kelurahan, yaitu Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Pondok Gede, Kecamatan Jatiasih, Kecamatan Bantar Gebang, Kecamatan Jatisampurna, Kecamatan Medan Satria, Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Mustika Jaya, dan Kecamatan Pondok Melati. Sebagian besar wilayah Kota Bekasi difungsikan sebagai pemukiman penduduk.

Dewasa ini, Kota Bekasi terus berkembang menjadi kota perdagangan, jasa, dan industri. Hal tersebut dapat dilihat dari pembentukan Satuan Pelayanan Satu Atap (SPSA) oleh Pemkot Bekasi. Pemkot juga terus berupaya mengembangkan fasilitas publik, seperti pasar tradisional dan modern, perumahan, tempat ibadah, sarana pendidikan, dan kesehatan.

Kota Bekasi juga memiliki berbagai keunggulan, seperti memiliki akses langsung ke Pelabuhan Tanjung Priuk dan Bandara Soekarno-Hatta melalui jalur bebas hambatan pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur dengan melintasi Jakarta atau sebaliknya. Posisi Kota Bekasi yang sangat strategis, yang terletak di jalur tol Jakarta-Cikampek setelah dibangunnya jalan tol Cipularang menjadikan Bekasi sebuah kota yang memiliki peranan penting dalam memperlancar mobilitas masyarakat.

Kota Bekasi juga memiliki sektor unggulan, yakni sektor industri dan perdagangan. Perdagangan ikan hias yang ada di Kota Bekasi saat ini merupakan komoditi terbesar di Asia Tenggara dan sudah diekspor ke Australia, Belanda dan Selandia Baru menjadi bukti pencapaian prestasi Kota Bekasi yang patut kita banggakan. Di samping itu, Kota Bekasi juga memiliki keunggulan-keunggulan di sektor lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Melihat fakta di atas, saya melihat Bekasi sudah mengalami perkembangan yang signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini dilihat dari perbaikan pelayanan publik, sistem transportasi, penataan ruang kota, dan sarana dan prasarana. Bukan mustahil perbaikan demi perbaikan yang dilakukan Bekasi akan membawa kota ini menjadi kota kecil yang membawa pengaruh besar bagi perekonomian bangsa.

Kecintaan saya pada Bekasi tumbuh ketika melihat Pemkot tak berdiam diri dengan pencapaian Bekasi selama ini. Pemkot terus berusaha memperindah Kota Bekasi dengan potensi terpendam yang dimiliki kota ini. Potensi itu berupa anugerah alam, di mana Bekasi ditakdirkan menjadi penghubung dua kota besar di Indonesia. Hal ini disadari Pemkot sebagai sebuah potensi yang tidak boleh disia-siakan begitu saja. Akhirnya, Pemkot memajukan sektor industri dan perdagangan yang memang sangat potensial untuk dikembangkan di Bekasi.

Saya pernah mendengar cibiran pedas suatu organisasi tentang kota kecil. Mereka menganggap kota kecil hanyalah “parasit” bagi kota besar di Indonesia. Bagi saya, pendapat itu salah besar. Banyak kota kecil di Indonesia yang mampu menunjukkan eksistensinya di Indonesia. Sebut saja kabupaten Ciamis yang memiliki Pantai Pangandaran. Kabupaten ini mampu menyokong daerahnya sendiri. Bahkan Ciamis menyumbang devisa negara yang cukup besar.

Contoh nyata lainnya dapat dilihat dari Kota Cimahi. Saya sendiri agak terkejut mendengar Kota Cimahi akan menjadi Cimahi Cyber City. Pemkot Cimahi dengan tekad dan semangat yang kuat membenahi wilayah Cimahi dengan sentuhan teknologi untuk mewujudkan hal ini. Saya acungkan jempol untuk usaha Pemkot yang mau memajukan kota kecil dengan berbagai inovasi. Kota Bandung yang dikenal sebagai salah satu kota besar di Indonesia saja masih takut untuk mengikrarkan diri menjadi kota cyber. Itulah kebanggaan yang ada dalam hati saya mendengar Bekasi mampu unjuk gigi di antara himpitan kota besar di Indonesia.

Bekasi mungkin hanyalah sebuah kota kecil yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Saya akui hal itu. Namun Bekasi mampu menghubungkan arus mobilisasi masyarakat yang terletak di dua kota besar yang menjadi pusat perekonomian bangsa. Kemajuan suatu bangsa, salah satunya ditentukan oleh kelancaran mobilisasi dan transportasi yang menjadi arus perekonomian bangsa. Aku cinta Bekasi yang bisa menjadi jembatan yang sangat produktif bagi bangsa tercinta. Meskipun kecil, Bekasi mampu menjadi roda kecil yang menggerakkan perekonomian bangsa.

Kemajuan bangsa ini tidak terletak dalam kota-kota besar saja, tetapi juga kota-kota kecil yang turut menyokong dan membantu Indonesia. Sama seperti bahan bakar, mungkin peran mereka tidak terlihat secara kasat mata. Namun ketika dijalankan, mereka adalah amunisi dan roda-roda kecil yang bergerak membantu pembakaran yang dilakukan mesin utama. Tanpa mereka, mesin tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

Demikian pula denganmu, Bekasi. Jangan merasa rendah karena kau dicap sebagai kota kecil. Kau memiliki segudang prestasi yang harus kau kembangkan di masa mendatang. Aku cinta padamu, Bekasi. Berikan kado terbaik bagi negeri ini dengan peran sertamu dalam memajukan bangsa. Karena ku yakin kau adalah roda kecil yang mampu membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik di masa mendatang.

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment