Showing posts with label peduli. Show all posts
Showing posts with label peduli. Show all posts

Thursday, May 6, 2010

Saatnya Menjadi Agen Perubahan




Saatnya Menjadi Agen Perubahan

“Apa yang sudah Anda lakukan bagi lingkungan di sekitar Anda?” Begitulah pertanyaan yang selalu dilontarkan para pakar lingkungan kepada masyarakat Indonesia. Mayoritas orang menjawab kelestarian lingkungan kan tanggung jawab pemerintah bukan tanggung jawab saya, jadi saya tidak perlu ambil bagian dalam hal ini. Persepsi kita terhadap kelestarian lingkungan hidup yang keliru membuat kita menjadi acuh tak acuh terhadap lingkungan hidup di sekitar kita.

Tak usah jauh-jauh, baru-baru sebuah perusahaan agen iklan dituntut pemerintah karena telah melakukan penebangan pohon. Belum lagi banyak pemasang iklan yang tidak tahu menahu soal kelestarian pohon, seperti memaku papan iklan di pohon-pohon yang ada di jalan. Padahal hal itu dapat mematikan sirkulasi zat makanan dalam pohon. Pada akhirnya, pohon itu lama kelamaan akan mati karena karat paku yang dihasilkan. Sungguh memprihatinkan, bukan?

Lain halnya dengan pengguna jalan raya. Banyak kendaraan yang sudah rusak dan tidak layak pakai menghiasi jalanan. Padahal emisi gas buang kendaraan tersebut sangat besar dan energi yang dibutuhkan juga sangat banyak. Akibatnya bukan hanya menyumbang gas karbon dioksida sebagai pemicu pemanasan global dan gas efek rumah kaca, tetapi juga menghabiskan SDA yang tidak dapat diperbaharui dengan cepat. Dalam hal ini, ketersediaan minyak bumi akan semakin menipis.

Mungkin kita juga tidak menyadari jika kita sering menggunakan parfum, kulkas, dan alat elektronik yang mengandung CFC (Clorofluorocarbon). Padahal gas CFC merupakan salah satu gas perusak lapisan ozon yang ada di atmosfer. Tak heran jika kemajuan teknologi yang ada juga diikuti semakin rusaknya lingkungan hidup. Memang tidak dapat dipungkiri banyak pihak yang berusaha mendayagunakan teknologi untuk menyelamatkan lingkungan, namun banyak pula orang yang tak peduli dengan lingkungan di sekitarnya.

Lewat tindakan-tindakan kecil yang merusak lingkungan itulah muncul berbagai bencana alam akhir-akhir ini. Musim hujan dan kemarau yang panjang membuat wilayah Bandung Selatan terendam banjir setinggi 3 meter, banyaknya gagal panen akibat cuaca yang tidak menentu, pulau-pulau yang rendah mulai tenggelam karena naiknya debit permukaan air laut, spesies makhluk hidup tertentu mendekati kepunahan karena kehilangan habitat, suhu permukaan Bumi terus meningkat, dan masih banyak lainnya. Akibatnya tentu berdampak pada mahkluk hidup yang ada di Bumi, khususnya manusia. Berbagai penyakit mutasi berbahaya bermunculan seiring dengan adanya fenomena alam ini.

Menyadari hal ini tentu sangat tidak lazim jika kita menyalahkan pemerintah untuk kerusakan alam dan lingkungan hidup yang ada di negeri kita. Sudah bukan saatnya lagi kita menunjuk siapa dalang di balik kerusakan alam yang terjadi di Indonesia. Sudah saatnya kita menyadari bahwa lingkungan hidup juga menjadi tanggung jawab setiap manusia di dunia. Guru saya pernah berkata, “Lingkungan itu buta.” Lingkungan tidak pernah melihat kebaikan atau keburukan apa yang kita lakukan, tetapi lingkungan akan memberikan respon pada semua orang. Jika kita merusak lingkungan, tentu bukan hanya kita yang terkena dampaknya, tetapi juga orang-orang yang ada di sekitar kita.

Lalu apa saja yang dapat kita lakukan untuk menjaga lingkungan? Apakah hanya para pakar lingkungan saja yang dapat beraksi untuk menyelamatkan Bumi? Tentu tidak, bukan? Setiap orang pada dasarnya dapat berbuat sesuatu untuk lingkungan. Sebagai contoh, saya sendiri melakukan proyek penyelamatan Bumi dengan hal yang sangat simple. Menggunakan kertas pada kedua sisinya, tidak menggunakan tissue berlebihan, dan tidak membuang sampah sembarangan sudah saya biasakan sejak dini. Tidak dapat dipungkiri jika awalnya saya ogah melakukan hal ini karena tidak praktis. Namun melihat kondisi lingkungan kita saat ini, sudah sepatutnya hati kita tergerak untuk menyelamatkan Bumi. Menyelamatkan Bumi juga berarti menyelamatkan kehidupan yang ada di dalamnya, termasuk eksistensi manusia. Tentu kita tidak ingin anak cucu kita melihat Bumi yang porak poranda karena ulah kita sendiri, bukan?

Saya salut dengan anak muda yang mau mempromosikan Earth Hour yang dirancang WWF di Indonesia. Mereka mau mengkampanyekan program mematikan listrik selama 1 jam ini kepada masyarakat umum tanpa dibayar. Sungguh semangat yang luar biasa. Saya juga angkat topi untuk aksi Pemkot Bandung yang menyelenggarakan program Car Free Day setiap hari Minggu untuk mengurangi emisi gas buang dan menghijaukan kembali Kota Bandung. Lalu apa aksi kita?

Sudah saatnya kita menjadi agen perubahan di Indonesia. Mulailah melestarikan lingkungan dari hal-hal yang kecil, seperti menanam pohon di rumah, menggunakan kendaraan ramah lingkungan, tidak memakai produk yang mengandung CFC, dan berbagai hal lainnya. Walaupun aksi kita tidak tampak di dunia, namun kita patut bangga pada diri kita sendiri. Kita sudah menjadi agen penyelamat Bumi tanpa tanda jasa. Biarkan Bumi yang membalas perbuatan kecil kita tanpa dilihat siapapun. Earth needs your hand to save it. Siapkah kita menjadi agen perubahan di Indonesia?

Sunday, March 7, 2010

Bike To Campus : Green Lifestyle

Lomba Nokia Green Ambassador

Bike To Campus : Green Lifestyle
By. Daniel Hermawan

Sosoknya mungkin tidak ditemukan di layar kaca ataupun media massa. Namun ia selalu berprinsip, “Orang akan melihat apa yang kita lakukan, bukan apa yang kita katakan.”. Prinsip inilah yang menjadikannya seorang pesepeda sejati. Sejak duduk di bangku SMP, hingga kuliah di salah satu universitas ternama Indonesia di Bandung, ia selalu setia mengendarai sepedanya. Ialah Fendy Hermawan, seorang mahasiswa yang ingin menginspirasi orang lain untuk menggunakan sepeda lewat aktivitas bersepedanya.

Rasa kagum saya tidak berhenti sampai di sana. Fendy juga ternyata seorang pesepeda sejati. Di tengah musim hujan yang melanda Kota Bandung, Fendy tetap menggunakan sepedanya. Di antara banyaknya alat transportasi yang ada, ia memilih kendaraan yang ramah lingkungan. Berbeda dengan remaja seusianya yang memilih menggunakan motor ataupun mobil ke kampus dengan motivasi tertentu, bisa karena kebutuhan ataupun karena gengsi semata. Ia tetap mengayuh sepedanya di tengah era modern ini.
“Sepeda bisa mengurangi emisi gas karbon dioksida. Saya tidak mau menjadi orang munafik yang mengikrarkan gerakan peduli lingkungan tanpa dipraktekkan. Ini adalah wujud nyata komitmen saya dalam gerakan ini.” Demikian pernyataan Fendy ketika ditanyai seputar alasan menggunakan sepeda ke kampus. Ia juga mengatakan dengan mengendarai sepeda ke sekolah maupun tempat kerja, juga menjadi media untuk menyebarkan gerakan peduli lingkungan.

Di samping itu, bersepeda juga memiliki keuntungan tersendiri bagi diri kita. “Bersepeda adalah olahraga yang sehat dan murah. Tubuh kita akan dilatih untuk membakar kalor dan lemak berlebih. Berbeda dengan motor yang serba otomatis, sepeda melatih kekuatan kaki kita untuk mengayuh sepeda.” tambah Fendy ketika ditanya keuntungan bersepeda.

Fendy juga bercerita tentang pengalaman menariknya selama bersepeda. “Dengan bersepeda, saya bisa menjelajahi gang-gang kecil, bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, dan tentunya menghemat uang jajan karena tidak usah membeli bensin. Modalnya cuma satu : Tekad. Tanpa tekad yang kuat, kebiasaan bersepeda yang kita lakukan akan terasa membosankan dan hambar.”

Lewat kisah Fendy di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa melestarikan lingkungan dan menyebarkan gerakan peduli lingkungan tidak harus selalu diidentikkan dengan aktivitas menanam pohon ataupun kegiatan yang berbau kehijau-hijauan. Cukup dengan menanamkan kebiasaan sederhana yang berdampak bagi lingkungan sebenarnya kita dapat membantu melestarikan lingkungan secara tidak langsung.

“Mulailah dari diri sendiri dan jadilah diri kamu sendiri.” demikian nasihat Fendy bagi para pecinta lingkungan yang ingin bersepeda. Kita tidak perlu menuntut orang lain untuk melakukan hal yang sama dengan kita. Orang lain akan meneladani apa yang kita lakukan, jika kita melakukannya untuk kebaikan dengan niat dan kesungguhan hati. Sama seperti teladan yang diberikan Fendy, sebenarnya gaya hidup hijau dapat dimulai dari kegiatan yang dianggap sepele dan useless, tapi berdampak bagi lingkungan.
Kita bisa membuang sampah pada tempatnya, memakai produk yang dapat didaur ulang, memakai produk yang bisa dipakai berulang kali, membawa bekal dari rumah, dan sederet aktivitas kecil lain yang bisa mengubah Bumi menjadi hijau. Tidak perlu jauh-jauh untuk bermimpi menghilangkan dampak global warming. Setiap hal besar dimulai dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kita. Dengan melakukan hal yang kecil, tentu kita bisa mengerjakan hal-hal yang besar dengan baik dan bertanggung jawab.

Banyak aktivis lingkungan di layar kaca mengikrarkan cara untuk melestarikan lingkungan. Saya rasa kita tidak perlu menjadi seperti mereka untuk menyebarkan gerakan peduli lingkungan ini. Just do it! Itulah kunci yang harus kita lakukan dari diri kita sendiri. Orang biasa seperti kita juga bisa berbuat sesuatu untuk Bumi, tidak hanya mereka yang menjadi sorotan publik.

Banyak orang sudah menyatakan kesediaannya untuk bergabung dalam gerakan peduli lingkungan. Sekarang tugas kita adalah memilih. Memilih untuk terlibat dalam aksi pelestarian lingkungan ataukah menjadi penonton yang tidak mau terlibat dalam proses penyelamatan Bumi. Keputusan ada dalam diri kita masing-masing. Lingkungan hidup yang kita tinggali adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita ikuti jejak Fendy dalam kayuhan sepedanya!

~ oOo ~

Tuesday, February 16, 2010

Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC

Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC
Tema : “Bangga Indonesia”

“Bangga” atau Bangga Indonesia?
By. Daniel Hermawan

MuDAers pasti gak asing lagi dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki negeri qta, Indonesia tercinta. Sebut saja, punya beragam budaya, suku bangsa, kekayaan alam yang melimpah, dan kawan-kawannya. Suatu kali, gue nanyain sohib deket gue tentang bangganya jadi orang Indonesia. Jawaban doi bikin hati gue miris, tapi emang ada benernya juga sih.

“Gue bangga jadi orang Indonesia soalnya gue bisa buang sampah sembarangan tanpa didenda. Secara di luar negeri dendanya gede banget gitu lho. Terus enaknya tuh di Indonesia bisa nerobos rambu lalu lintas tanpa ditilang, bisa meludah di mana aja, n banyak keuntungannya deh pokoknya. Intinya gue betah deh tinggal di Indonesia.” terang doi panjang lebar. Well, ternyata banyak hal negatif yang bikin doi “bangga” Indonesia.

Seringkali qta juga bisa nyerocos panjang lebar sampai kering waktu ditanya apa kelebihan Indonesia. “Indonesia itu lho punya ini ini dan itu. Pokoknya banyak deh. Can’t explain satu persatu.” But rasanya koq qta jadi orang yang munafik banget waktu orang laen liat n ngomong. “Hah, ga salah tuh omongan loe? Indonesia koq blablabla... banyak sampah, dan macam-macam “pujian” lainnya.” Qta juga turut menyumbang “sanjungan” ini dengan budaya negatip qta sendiri yang gak bisa ilang kayak buang sampah seenaknya. Boro-boro bikin bangga Indonesia malah bikin muka Indonesia malu gak ketulungan sampai gak berani nunjukkin diri di mata dunia. Padahal Indonesia cakep lho. Naon sih?

That’s the point. Banyak hukum Indonesia tuh gak jelas juntrungnya. Yang ada bikin sikon tambah ancur. Gak percaya. Liat aja kasus Bank Century yang gak beres-beres sampai sekarang atau pelanggaran lalin (lalu lintas) yang nelan korban jiwa. Ditambah lagi mental orang Indonesia yang ndeso n plin plan, termasuk gue juga koq. Kalo ada yang ribut, semua ikut ribut. Kayak kemaren 100 hari pemerintahan SBY-Boediono, rame-rame demo ke gedung DPRD sampai banyak fasilitas umum rusak. Apa itu bikin Bumi Pertiwi qta bangga? Gak banget kan.

Sebenernya banyak banget lho hal yang bisa qta lakuin buat bikin Indonesia bangga. Gak usah mikir jauh-jauh kayak bikin Indonesia jadi negara terkaya di dunia. That’s no use. Cukup dengan qta lakuin apa yang jadi bagian qta sebenernya qta juga udah bikin Indonesia proud. For example, kayak berprestasi di kancah internasional or bikin perubahan di lingkungan. Make a revolution juga gak harus pakai demo-demo dan pidato segala. Cukup dengan mulai ngolah sampah sendiri n gak ngerusak lingkungan bakal bikin perubahan. Apalagi kalo itu dicontoh orang laen, wuih pasti qta bangga sama diri qta yang jadi pantuan orla (orang laen).

Kalo qta udah tahu apa aja titik lemah yang dimiliki Indonesia, qta juga bisa bikin bangga Indo. Our task is simple. Make the better act than before. Gak perlu nunggu orang laen dulu buat take action. Qta bisa mulai dari diri sendiri koq. Misalnya, qta sering buang sampah ke kali. Sampe-sampe daerah qta kena banjir. Ngomongin banjir, kebetulan kemaren rumah gue jadi incaran banjir Cileuncang gara-gara banyak sampah mampetin saluran pembuangan. Kan bete banget ya. Udah mah banyak kuman penyakit masuk, juga bikin berabe kerjaan qta.

Nah, apa yang udah qta lakuin buat lingkungan sekarang bakal qta terima balasannya nanti. So, bukan custom yang baik buat ngelakuin seenaknya ke lingkungan. Next, qta juga harus ngebiasain patuh tanpa diliat. Jangan kalo ada polisi aja pada tunduk sampe-sampe lampu ijo lupa jalan, tapi kalo gak ada langsung tancap gas pas lampu merah. Very awful banget kan? Qta bukan anak kecil yang harus diawasin sama ortu dan orla buat lakuin apa yang baik. Justru jati diri qta bakal keliatan waktu gak ada seorangpun yang liat perbuatan qta. Kalo qta bisa seiya sekata sama perbuatan kita yang patuh hukum, dijamin Indonesia bakal robah dalam waktu dekat.

Last but not least, bangga buat lestariin budaya Indonesia. Emang sih qta suka ngerasa koq jadul banget harus pake batik ato maen angklung. Ihh, males banget maen Karawitan. Eits, emang tugas qta buat bikin budaya Indonesia lestari abadi sampai tujuh turunan. Harusnya qta malu dong liat bule cantiq di Bali dengan bangganya jalan pakai batik or kesenian bangsa qta. Kalo qta aja yang sang pemilik n tuan rumahnya malu, apa kata dunia?

Now everything is in your hand. Setiap qta berhak nentuin mau lakuin apa buat Indonesia. Mau bikin tambah ancur atau bangga, that’s ur choice. Bangsa yang besar pastinya dibentuk dari qta-qta yang care banget sama negeri ini. So, siapa yang mo bikin Indonesia bangga?

~ oOo ~