Showing posts with label bisnis. Show all posts
Showing posts with label bisnis. Show all posts

Thursday, July 7, 2011

JCU Singapore memiliki jurusan yang tepat untuk saya, yaitu Bisnis

JCU Singapore Indonesian Youth Conference 2011 Blog Contest

JCU Singapore memiliki jurusan yang tepat untuk saya, yaitu Bisnis

Tingginya angka pengangguran terbuka masih menjadi persoalan krusial di Indonesia. Hingga saat ini, pengangguran terbuka di Indonesia berjumlah 9,25 juta orang. Pengangguran yang berada di usia produktif ini tentu menghambat kemajuan bangsa. Kaum terpelajar yang bergelar S1 pun kini banyak yang menjadi pengangguran karena keterbatasan lapangan kerja yang ada. Akibatnya, generasi muda Indonesia yang seyogianya mampu menjadi motor dan katalisator bangsa pun tidak dapat melakoni fungsinya dengan baik sebagai agent of change bangsa.

Dalam hal ini, kewirausahaan atau entrepreneurship diharapkan dapat menjadi solusi yang cerdas dalam mengatasi masalah yang tengah menimpa bangsa Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan di negara-negara maju di dunia, jumlah entrepreneur minimal 2% dari jumlah penduduknya, termasuk negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Sedangkan, jumlah wirausaha di Indonesia baru 0,18 % dari jumlah penduduk. Fakta ini tentu sangat memprihatinkan karena Indonesia yang dianugerahi kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah tidak mampu menjadi “tuan” atas tanahnya sendiri melainkan “budak” melihat banyak masyarakat Indonesia berkutat di zona tenaga kerja, bukan pengusaha.

Hingga saat ini, Indonesia masih membutuhkan 4 juta entrepreneur baru untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju. Untuk meningkatkan persentase tersebut, perlu partisipasi dan sinergi dari masyarakat, pemerintah, sektor pendidikan, dan bisnis. Sebagai universitas terbaik ke-4 di dunia, JCU Singapore tentu memiliki peran andil yang besar dalam memajukan kesejahteraan bangsa Indonesia. Dalam hal ini, jurusan Bisnis yang ditawarkan dapat menjadi pilihan yang tepat bagi kita yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri secara cerdas.

Mengapa saya memilih jurusan Bisnis yang ada di JCU Singapore? Bukankah banyak universitas lain yang memiliki program serupa. Saya dapat merangkum alasannya dalam SMART.

S – Sociable

Banyak universitas di dunia yang mengedepankan prinsip individualisme dalam menuntut ilmu. Setiap mahasiswa saling mengurusi kepentingannya masing-masing, tanpa peduli apakah ada teman mereka yang sudah benar-benar menguasai bahan atau belum. Selain itu, kuliah pun seolah hanya menjadi tempat interaksi beku antara dosen dan mahasiswa. Dosen mengajar dan mahasiswa mendengarkan. Mengerti tidaknya itu seolah urusan masing-masing pribadi. Hal inilah yang seringkali kita temukan di berbagai perguruan tinggi.

Sosialisasi yang ada di JCU Singapore boleh dikatakan berbeda. Universitas ini terkenal karena keramahan, kehangatan, dan semangat kekeluargaan yang dimiliki dengan peduli terhadap sesama. Staf pengajar JCU Singapore pun dekat dengan mahasiswa juga memberikan layanan dukungan yang efektif dan memberikan perhatian pribadi yang dibutuhkan, sehingga hasil yang terbaik dapat kita capai. Tentu lingkungan yang kondusif dengan proses interaksi yang saling menguntungkan atau mutualisme ini membuat saya mampu menyerap ilmu dengan baik dan maksimal di JCU Singapore.

M – Maximum

Menempuh pendidikan di JCU Singapore juga dapat menjadikan pribadi yang maksimum. Maksimum di sini berarti sepulangnya dari studi yang dilakukan di JCU Singapore, kita akan menjadi orang yang memiliki prinsip dan pendirian yang teguh untuk membangun masa depan kita masing-masing dengan lebih baik. Kita tidak lagi bingung menentukkan langkah yang kita ambil, tetapi dapat dengan mantap menentukkan langkah dan meraih hasil terbaik dari bidang yang kita tekuni.

Tak heran, hasil maksimal dapat kita dapatkan di JCU Singapore karena adanya penelitian intensif universitas yang handal dan berkompeten di bidangnya. Di bidang bisnis, kita akan diajak untuk melatih intuisi kita dalam membaca psikologis bisnis. Apa yang diharapkan konsumen dan apa saja strategi bisnis yang jitu di era persaingan global ini akan dikupas tuntas dan memberi kita dasar (basic) yang kuat untuk melanjutkan karier menjadi entrepreneur.

A – Available

Ibarat memiliki kunci serba guna, kita pun bisa memilih profesi yang kita inginkan dengan belajar di JCU Singapore. Sebagai calon wirausaha, saya akan memiliki kunci universal untuk membuka usaha yang mau berkat gelar yang saya dapatkan di JCU Singapore. Sebagai lulusan dari James Cook University, saya akan memiliki gelar yang diakui secara internasional dari universitas peringkat dunia di Australia. Dengan citra pendidikan tinggi Australia yang terkenal karena kualitas dan standar yang tinggi, saya akan dengan mudah memiliki koneksi dan jaringan bisnis yang baik. Lebih dari 7.000 perusahaan multinasional yang memiliki kantor utama di Asia Pasifik yang berada di Singapura membuka pintu yang lebar untuk kita mencari pengalaman kerja dan memulai berwirausaha. Tak heran, semua pintu dunia bisnis available bagi kita yang lulus dari JCU Singapore.

R – Real Action

Banyak universitas dewasa ini yang hanya mengutamakan teori semata dibandingkan praktik di bangku kuliah. Tentu memahami teori saja tidak dapat menuntun kita menuju gerbang profesi yang kita inginkan secara optimal. Dalam hal ini, JCU Singapore menjadi pilihan saya karena melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berbasis praktik.

Selama ini, lulusan JCU Singapore selalu lulus dengan kualifikasi dan keterampilan untuk masuk ke dalam dunia kerja global. Semua program gelar menekankan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi yang efektif, dan informasi teknologi. Tentu JCU Singapore juga memberi basic skill berupa memberikan keahlian, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melewati semua wawancara penting. Saya pun tak perlu ragu sekeluarnya saya dari JCU Singapore, saya akan dapat melakukan aksi nyata bagi kelanjutan cita-cita dan profesi saya sebagai wirausahawan.

Pengalaman Adrienne, Business Graduate, James Cook University Singapore pun menjadi acuan dalam memilih jurusan bisnis yang ada di JCU Singapore. Berikut videonya bisa dilihat di link ini.

T – Time Management

Sebagai universitas berkelas dunia, JCU Singapore juga sangat mengedepankan keefektivitasan waktu yang ada dengan kemampuan yang harus dikuasai. Berdasarkan data yang saya temukan dari http://www.jcu.edu.sg/, diketahui bahwa program belajar yang saya minati, yaitu Bachelor of Business (Management and Entrepreneurship) hanya membutuhkan 2 tahun saja untuk meraih gelar. Sangat singkat dan membuat kita memiliki waktu yang panjang untuk berkarya secara nyata di dunia luar. Berbeda dengan kebanyakan universitas lainnya yang menghabiskan waktu 4 tahun, namun sangat tidak efektif dan efisien. Hal ini menunjukkan bahwa JCU Singapore memiliki manajemen waktu yang baik bagi para mahasiswanya.

SMART yang dimiliki JCU Singapore membuat saya tak ragu lagi memilih universitas terbaik untuk masa depan saya. Dengan jurusan bisnis yang tepat, saya yakin mampu menjadi agen perubahan yang berarti bagi bangsa dan negara tercinta dengan menciptakan lapangan pekerjaan dari skill atau kemampuan yang saya peroleh dari JCU Singapore. Tentu cita-cita dan harapan saya sebagai entrepreneur sukses dapat direalisasikan secara nyata berkat JCU Singapore!

Kita dapat mengetahui berbagai jurusan menarik di website JCU Singapore yang dapat diakses melalui http://www.jcu.edu.sg/. Pertanyaan dan saran pun dapat kita ajukan di Facebook JCU Singapore dan follow twitter JCU Singapore di @jcu_singapore untuk mengetahui update terkini seputar JCU Singapore. Dengan JCU Singapore, mari kita raih mimpi kita dengan penuh pengharapan!

Referensi:
http://www.jcu.edu.sg/Home/Courses.aspx?CourseID=41
http://www.ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/130-akademik/9125-peranan-mahasiswa-menuju-indonesia-yang-mandiri-sebuah-catatan-dari-itb-entrepreneurship-challenge-2011.html
http://www.jcu.edu.sg/IYC/pdf/Mengapa-JCU-Singapore.pdf
http://www.rumahwirausaha.com/2011/02/indonesia-membutuhkan-4-juta.html
http://jarno.web.id/general/awal-tahun-2011-pengangguran-masih-925-juta.html#axzz1RQiW9HUA

Saturday, October 9, 2010

Optimalisasi Ritel Makanan : Implementasi Private Label Dalam Membangun Brand Awareness Konsumen

Lomba Tulis Ritel 2010 Kategori Umum
Tema : “Potensi ritel makanan (grocery) di daerah dan solusi permasalahannya”

Optimalisasi Ritel Makanan : Implementasi Private Label Dalam Membangun Brand Awareness Konsumen

Menurut Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), bisnis ritel makanan (grocery) merupakan industri strategis di Indonesia. Bagaimana tidak? Bisnis ritel makanan merupakan industri terbesar kedua setelah pertanian yang dapat menyerap tenaga kerja di Indonesia. Bisnis ini juga diyakini memiliki pergerakan yang dinamis dari masa ke masa. Tak heran jika banyak pengusaha yang berhasil melihat prospek bisnis ritel makanan di Indonesia mampu meraup keuntungan yang besar dari sektor ini.

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keragaman budaya dan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini juga mengindikasikan adanya potensi yang besar pada bisnis ritel makanan di daerah-daerah. Sebagai contoh, kita tentu tak asing lagi dengan Bika Ambon. Makanan ini memiliki potensi yang besar sebagai oleh-oleh dari Medan. Di samping itu, kita juga mungkin mengenal Pisang Bolen, Brownies, Batagor, dan Nasi Kalong dari Bandung. Makanan khas Kota Kembang ini tak pernah sepi dikunjungi konsumen. Selain rasanya yang enak, mereka memiliki brand awareness tersendiri di mata konsumen.

Meskipun demikian, perkembangan bisnis ritel makanan sendiri tidak terlepas dari adanya berbagai tantangan, seperti masalah regulasi, perizinan, infrastruktur, persaingan, tekanan publik, dan lain sebagainya. Ibarat rumah, bisnis ritel makanan harus membangun fondasi yang kuat dalam mengembangkan potensinya secara optimal. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti memilih pangsa pasar yang tepat, lokasi yang strategis, promosi dari mulut ke mulut, “bersahabat” dengan pemerintah, dan pemberian private label pada bisnis ritel makanan.

Optimalisasi Ritel Makanan : Pangsa Pasar yang Tepat
Melihat keanekaragaman budaya dan sumber daya alamnya yang melimpah, Indonesia memiliki potensi bisnis ritel makanan yang besar di daerah-daerah. Kita dapat mempelajari bagaimana Nasi Kalong mampu sukses dan meraup keuntungan yang besar di Bandung. Nasi Kalong adalah warung makan yang ada di Jalan Riau Bandung. Warung yang didirikan secara semi permanen ini memiliki konsumen yang loyal. Tak heran jika banyak konsumen rela mengantri demi mencicipi Nasi Kalong.

Tentu kita bertanya dalam hati, mengapa Nasi Kalong yang kelihatan “tidak meyakinkan” ini bisa menarik konsumen untuk datang. Jika dibandingkan dengan rumah makan yang ada di sekitarnya, rasanya Nasi Kalong tidak memiliki tempat dan fasilitas yang memadai. Itulah yang justru menjadi kelebihan Nasi Kalong di mata konsumen. Nasi Kalong mampu menjawab pangsa pasar yang ada di Bandung dengan cermat.

Nasi Kalong memiliki strategi pemasaran yang baik dan daya tarik tersendiri bagi konsumen. Dengan modal warung semi permanen, meja, dan kursi yang berjejeran, Nasi Kalong sebenarnya sudah menjawab apa yang diinginkan konsumen. Nasi Kalong membidik konsumen yang ada di wilayah Jalan Riau. Mereka melihat kondisi ekonomi masyarakat yang ada di Jalan Riau rata-rata berkisar menengah ke bawah. Tentu sangat tidak etis jika mendirikan rumah makan dengan properti dan gedung yang megah untuk menarik konsumen dalam jumlah yang besar.

Mendirikan warung yang seala kadarnya ini membuat masyarakat yang berkocek pas-pasan berani untuk mencoba cita rasa Nasi Kalong. Dengan paduan rasa yang pas di lidah masyarakat Bandung, Nasi Kalong menjadi digemari dan laris dikunjungi konsumen. Harganya yang murah meriah dan ringan di kantong konsumen juga menjadikan Nasi Kalong makanan favorit yang bisa menjaring semua kalangan. Berawal dari inilah, Nasi Kalong bisa maju dan sukses hingga saat ini. Nasi Kalong mampu membaca pangsa pasar yang ada di daerah.

Optimalisasi Ritel Makanan : Lokasi yang Strategis
Bisnis ritel makanan tentu harus ditunjang dengan konsep keterjangkauan yang baik. Dalam hal ini, lokasi yang strategis akan menjadi indikator sukses atau tidaknya bisnis ritel di daerah. Contoh bisnis yang dapat kita pelajari memiliki lokasi yang strategis adalah Kartika Sari di Bandung. Hampir setiap hari, bisnis yang bergerak di bidang roti dan kue ini ramai dikunjungi pembeli.

Kartika Sari seringkali menjadi oleh-oleh khas Bandung yang digemari oleh wisatawan dengan pisang bolen sebagai produk andalannya. Pertanyaan yang akan muncul di benak kita adalah mengapa Kartika Sari bisa mengalahkan usaha-usaha sejenis yang ada di Kota Bandung. Jawabannya singkat: lokasi yang strategis. Kartika Sari mendirikan bisnisnya di pusat-pusat keramaian, seperti Jalan Dago, H. Akbar, dan tempat-tempat yang ramai dikunjungi masyarakat. Masyarakat dapat dengan mudah berkunjung ke Kartika Sari untuk membeli pisang bolen dan menu lainnya.

Tentu kondisi ini akan berbeda jika Kartika Sari didirikan di tempat yang jauh dari keramaian. Sebagus apapun bentuk fisik bangunan tersebut, konsumen tentu akan merasa jengah dan malas untuk berkunjung. Di samping itu, lokasi yang tidak strategis juga sangat merugikan bagi bisnis ritel makanan. Makanan yang tidak terjual dapat cepat basi dan pembelian bahan baku pembuatan produk memerlukan biaya transportasi yang tinggi. Alih-alih mencari keuntungan, justru kerugian besar yang didapat. Dalam hal ini, lokasi yang strategis dapat mendukung perkembangan bisnis ritel makanan di daerah.

Optimalisasi Ritel Makanan : Promosi dari Mulut ke Mulut
Dalam dunia bisnis, tidak ada kekuatan marketing yang bisa menandingi kekuatan promosi dari mulut ke mulut. Promosi ini mampu mendongkrak rasa keingintahuan konsumen dan meningkatkan penjualan bisnis ritel makanan di daerah. Analoginya dapat kita lihat seperti ibu-ibu yang sedang berbelanja di pasar. Ibu A dapat bergosip dengan ibu B tentang harga bahan makanan yang murah di toko C. Ibu A dapat menceritakan bagaimana kualitas produk dan harga yang terjangkau di toko C. Hal ini tentu dapat membuat Ibu B tertarik walaupun beliau belum pernah berkunjung ke toko C. Inilah yang dimaksud dengan promosi dari mulut ke mulut.

Bisnis ritel makanan di daerah dapat berkembang dengan pesat atau justru mengalami kebangkrutan dengan adanya promosi dari mulut ke mulut. Jika kita mampu memberikan citra yang baik pada pandangan pertama di mata konsumen, konsumen akan mempromosikan secara gratis tentang keunggulan dan keuntungan berbelanja di tempat bisnis ritel makanan kita. Sebaliknya, jika kita menimbulkan kesan yang tidak baik di mata konsumen, promosi semacam ini dapat menjadi bumerang tersendiri bagi kita. Konsumen dapat mendorong konsumen lainnya untuk tidak berkunjung ke tempat kita.

Promosi dari mulut ke mulut memiliki dampak psikologis yang tinggi bagi konsumen. Konsumen jauh lebih percaya pada perkataan konsumen lainnya daripada promosi yang gencar dari pihak bisnis itu sendiri. Dalam hal ini, bisnis ritel makanan di daerah harus membangun reputasi yang baik di mata konsumen. Reputasi baik ini dapat terjaga dengan memberikan pelayanan yang memuaskan, menggunakan bahan makanan berkualitas, serta menjaga kebersihan dan keamanan tempat bisnis.

Bayangkan jika konsumen diberi pelayanan yang buruk oleh pelayan rumah makan. Ditambah, makanan yang disajikan sudah tidak higienis dan diperparah oleh tempat yang kotor dan rawan pencopet. Tentu konsumen akan berpikir dua kali untuk berkunjung ke tempat makan tersebut. Maka membangun reputasi yang baik sangatlah penting dalam menunjang perkembangan bisnis ritel makanan di daerah.

Optimalisasi Ritel Makanan : “Bersahabat” dengan Pemerintah
Bisnis ritel makanan akan berkembang dengan baik jika kita mampu “bersahabat” dengan pemerintah. “Bersahabat” di sini tentu bukan dalam arti berteman, melainkan patuh pada aturan dan tata tertib yang berlaku. Sebagai contoh, semua produk makanan harus memiliki perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam hal ini, sebagai pendiri bisnis ritel makanan yang baru, kita harus patuh dan mengikuti prosedur yang ditetapkan pemerintah. Memang hal ini tidak mudah karena proses perizinan produk makanan dapat memakan waktu yang cukup lama, yakni hingga 2 tahun.

Tentu kebijakan pemerintah yang terkesan menyulitkan pengusaha ini patut kita kritisi dengan baik. Upaya tersebut sudah terlihat dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang mendesak BPOM untuk mempermudah proses perizinan produk makanan guna meningkatkan daya saing industri nasional di tengah serbuan produk impor. Dalam hal ini, pemerintah harus berperan aktif dalam memajukan bisnis ritel makanan di Indonesia. Apalagi didasari fakta bahwa bisnis ritel makanan menempati posisi terbesar kedua yang sangat berpengaruh bagi perekonomian bangsa.

Para pengusaha bisnis ritel makanan juga harus mendaftarkan produk makanannya ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mendapatkan sertifikasi halal. Hal ini sangat penting bagi perkembangan bisnis ritel makanan di Indonesia, apalagi mayoritas penduduk Indonesia beragama muslim. Sertifikasi halal akan memberikan rasa nyaman dan tenang di hati konsumen karena produk makanan yang dibelinya sudah terjamin kehalalannya. Berbeda dengan produk makanan yang tidak berlabel halal, tentu akan ada kesan buruk tersendiri di hati konsumen untuk tidak membeli produk tersebut.

Bisnis ritel makanan akan berkembang dengan baik jika pengusaha terkait mampu “bersahabat” baik dengan pemerintah. Jangan melakukan pelanggaran terhadap regulasi, ketentuan, dan aturan yang berlaku karena dapat menyulitkan pengusaha di kemudian hari.

Optimalisasi Ritel Makanan : Pemberian Private Label
Bagi perusahaan berskala besar, seperti hypermarket, pemberian private label dapat menjadi solusi yang ampuh dalam meningkatkan penjualan produk. Saat ini, banyak kita temukan produk-produk makanan produksi hypermarket tertentu memiliki mutu yang berimbang dengan produk ternama. Produk ini sebagian besar menjadi pilihan konsumen ketika berbelanja di hypermarket tersebut. Bagaimana tidak? Harganya yang murah dan daya beli konsumen yang akhir-akhir menurun membuat private label menjadi pilihan alternatif bagi konsumen.

Hal ini juga dapat kita terapkan pada bisnis ritel makanan. Meskipun tidak dikemas secara profesional dengan teknologi yang canggih, bisnis ritel makanan harus memiliki private label tersendiri guna membangun brand awareness konsumen. Misalnya, roti Sidodadi. Bisnis kue dan roti ini selalu diramai dikunjungi konsumen dan produk yang dijual selalu habis setiap hari. Mengapa bisa demikian? Sidodadi memiliki private label tersendiri bagi konsumen. Dengan kemasan tersendiri, konsumen merasa puas telah membeli Sidodadi sebagai oleh-oleh.

Brownies Amanda pun demikian. Meskipun banyak usaha brownies yang berdiri di tanah air, Brownies Amanda tetap menjadi pilihan utama. Demikian pula dengan Toko Yen. Toko yang menjual oleh-oleh khas Lampung ini menjadi primadona wisatawan dalam membeli oleh-oleh. Hal ini terjadi karena adanya keterikatan batin konsumen dengan produk berlabel tersebut. Konsumen menjadi sadar label (brand awareness) dan akhirnya memiliki pola pikir bahwa produk dengan label A yang terbaik. Pemberian label ini sangat jitu untuk menarik konsumen dan diterapkan sejumlah usaha makanan, seperti BreadTalk, J.CO Donuts, dan lain sebagainya.

Optimalisasi ritel makanan di daerah dapat dikembangkan secara efektif dengan upaya dan strategi bisnis yang tepat. Potensi ritel makanan yang besar ini dapat dioptimalkan jika pengusaha mampu menyediakan produk dalam menjawab kebutuhan konsumen. Di samping itu, bisnis ritel makanan juga dituntut untuk memberikan inovasi dan diferensiasi produk guna meningkatkan daya tarik konsumen di era modern ini. Bisnis ritel makanan di daerah akan terbangun dengan baik jika kita memiliki private label yang bisa membangun brand awareness konsumen secara berkesinambungan. Mari bersama kita kembangkan bisnis ritel makanan!

Referensi :
http://www.pom.go.id/
http://www.franchisewaralaba.com/search/bisnis+ritel+makanan
http://www.dokterbisnis.net/2009/10/07/izin-gangguan-syarat-mutlak-pengajuan-ijin-usaha-lainnya/
http://indocashregister.com/2009/03/17/peta-persaingan-bisnis-ritel-modern-di-indonesia-2009-mesin-kasir/
http://www.padrowidjaja.com/private-label-rights/private-label-rights/

~ oOo ~

Sunday, June 27, 2010

Kontes Menulis Berhadiah Uang Saku mau

Oke Setalah lama keinginan ingin melakukan kontes menulis kali ini saya sudah bulat untuk melakukan kontes ini.

Kontes Menulis ini bertujuan untuk melatih cara menulis kita, walau banyak sebagian dari kita untuk takut terhadap menulis ada yang bilang takut jelek. Ada juga yang bilang gak pede.. apa pernah kita berpikir kalau kita tidak mencoba apa kita akan tau bahwa tulisan kita itu jelek?? tentu jawabannya tidak tau.

Oke langsung saja berikut

kreteria ketentuan kontesnya :

* Artikel Ditulis dalam Format MS Office atau bisa juga dalam bentuk Rtf.
* Panjang Artikel Minimal 400 kata Maksimal semampu anda tapi jangan 1 buku ya. saya bingung postingnya dan menilainya bisa butuh waktu lama.
* Peserta turut serta menyebarkan berita kontes di blog masing2
* Mendaftar Sebagai RSS / Berlangganan Artikel Masjoe.com. Dengan tujuan bisa langsung menerima Update tentang Kontes Menulis ini melalu Email.
* Artikel Dikirim ke Email joe@ruangseo.com atau kontes@masjoe.com paling lambat tanggal 28 Juni 2010
* Pengiriman Artikel menyertakan Nama, Url Blog, Judul Artikel, yang akan di ikut sertakan, ID YM.
* Tema Kontes ” Belajar Menjadi yang terbaik Untuk Diri dan orang Lain“
* Untuk Judul Artikel Bebas.
* Artikel kontes akan dipublikasikan di blog Masjoe.com
* Peserta Bisa mengirim Lebih dari 1 artikel maksimal 3 artikel.

Adapun Kategory Artikel sebagai Berikut :

* Artikel Marketing Internet (Berisikan Artikel kiat-kiat bisnis Internet)
* Artikel Motivasi (Berisikan tentang kiat-kiat penyemangat dalam hidup dan kehidupan)
* Artikel Motivasi Bisnis (baik bisnis online maupun bisnis offline)
* Artikel Blogging (Berisikan tips-tips Blog Blogspot dan WordPress)

Kriteria Penilaian:

* Penyajian tulisan : 45%
* Orisinal : 25%
* Kesesuaian dengan tema : 25%
* Tampilan : 5%

Kontes Ini bukanlah kontes SEO. Jadi, semua blogger baik blogger pemula ataupun para Master, memiliki kesempatan yang sama untuk memenangkan lomba ini.

Note : Penting Artikel tidak Boleh hasil copy paste ya dan tidak boleh di posting di blog masing-masing, jadi artikel murni hasil karya sendiri.

Adapun hadiahnya sebagai berikut :

* Pemenang Pertama : Uang tunai sebesar Rp. 300.000,- (plus domain free 1 thun dot com)
* Pemenang Kedua : Uang Tunai sebesar Rp. 200.000,- (plus domain free 1 thun dot com)
* Pemenang Ketiga : Uang Tunai sebesar Rp. 100.000,- (plus domain free 1 thun dot com)
* Favorit 1 sampai 4 masing-masing mendapat 1 domain dot com gratis 1 tahun.

Pengumuman Pemenang akan saya umumkan Pada tanggal 20 Juli 2010 di blog ini.

Kami membuka kesempatan bagi siapapun yang berminat menjadi sponsor, kami menantikan Sponsor yang dermawan karena kami belum bisa memberikan imbal balik yang berharga.

Untuk Hadiah Uang langsung saya kirim setelah pengumuan pemenang.

Memang hadiahnya gak sebanding dengan kontes nya namun ini murni saya ingin mengajak semua teman-teman untuk menjadi seorang yang bisa dibilang lebih PEDE dengan apa yang kita tulis. Bangga dengan tulisan kita sendiri dan sedih jika kita membuat blog kita sepi dengan ide2 yang bisa membantu orang lain.

Jika tertarik silahkan Daftar RSS saya dan Kirim Artikel kalian, Semua artikel akan saya posting semua jadi akan mendapat Backlink juga dari blog ini. tentunya orang akan mengunjungi blog teman-teman yg ikut dalam kontes ini.

Segitu Saja dulu untuk infonya. Update akan terus dilakukan mohon untuk mendaftar RSS saya untuk mendapatkan Update tentang kontes menulis ini.

Thank Mas Joe